Trotoar di Kota Asap

Selamat datang di Kota Asap! Hari ini, aku akan membawamu melihat-lihat Kota Asap dengan berjalan kaki. Berbeda dengan kota-kota lain yang mungkin pernah kamu lihat dalam perjalananmu yang jauh, di Kota Asap trotoar menjadi tempat bagi segala sesuatu yang bukan pejalan kaki. Dan—lihat! Bukankah ini lucu? Pohon-pohon rindang tumbuh tepat di tengah-tengah trotoar—memecahkan semen dan…

Read More

The pavement of our lives.

Dan langkah-langkah kita adalah detak yang menahan waktu agar berjatuhan sedikit lebih pelan. Seperti gerimis yang bisa nampak sebagai jarum-jarum halus atau butiran embun—tergantung seberapa cepat jantung kita berdegup. I’ll close my eyes, I’ll find you by following my heartbeat… dan buatku, itu adalah detak sepatumu pada aspal. Pada jalanan yang panas, kering dan berdebu….

Read More

Tears are words the heart can’t say.

Kamu sunyi dalam hiruk-pikuk itu. Mataku bertanya. Aku tidak baik-baik saja, jawabmu dalam sebuah kedip yang lelah. Aku tahu. Dan kita mencari sepi untuk meringkus sesak. Matamu sembap. Jelaga itu lekat padamu seperti sesuatu yang pernah. Seperti sesuatu yang sudah. Setiap perpisahan membawa luka sendiri-sendiri. Lukamu sudah dimulai sejak awal kalian bertemu. Pada segala yang…

Read More