Dan langkah-langkah kita adalah detak yang menahan waktu agar berjatuhan sedikit lebih pelan. Seperti gerimis yang bisa nampak sebagai jarum-jarum halus atau butiran embun—tergantung seberapa cepat jantung kita berdegup.

I’ll close my eyes, I’ll find you by following my heartbeat… dan buatku, itu adalah detak sepatumu pada aspal. Pada jalanan yang panas, kering dan berdebu. Pada hari-hari hujan yang becek, kotor dan lengket. Pada genggaman tangan yang harus terpisah sekejap ketika pohon besar meretakkan trotoar; tumbuh di tengah-tengahnya seperti sesuatu yang tidak pada tempatnya.

Hei—hati-hati! Dan kita menghindari lubang ketika ada. Sepeda motor yang tiba-tiba merangsek dari belakang. Meniti jalan sempit yang dipenuhi penjaja makanan agar tidak terjatuh ke dalam selokan. Meraih satu sama lain ketika terantuk. Lihat itu! Menunjuk ke berbagai arah ketika pandangan jatuh hati pada pintu-pintu dan jendela. Mengendap-endap menghindari pasangan-pasangan yang tengah berpelukan di taman, lalu melompat-lompat di sekitar danau yang diterangi lampu-lampu kecil. Memandangi daun-daun gugur dan kaki-kaki kita yang berjalan beriringan.

+ Kita sudah berjalan lama, apakah kakimu sakit?

– Tak apa, selama ada kamu tak mengapa…

Dan kita pun terus berjalan.

hanny

4 Responses

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

cup edited - polarr
Do you often find yourself feeling guilty about taking some time to rest? "We all need rest, not because it makes us more productive at our jobs, but because it makes us happier, healthier, more well-rounded people," wrote Homan.
lia-stepanova-VAqHDioGBIs-unsplash
While most of us think of the past as something that happens behind us and the future lies ahead of us, for the Aymara people, it's the other way around. The Aymara people see the past as something that lies ahead of us, and the future as something that lies behind us.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I'm a published writer and a writing/creative workshop facilitator based in Amsterdam, the Netherlands. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
WRITE & WANDER
THE JOURNALING CLUB