Ya. Saya bangga menjadi seorang blogger.
Bagaimana tidak?
Dunia blog adalah tempat di mana semua niat baik disambut secara luar biasa, didukung dengan sepenuh hati, dan diterima dengan tangan terbuka. Ini adalah sebuah dunia di mana bantuan akan diberikan kepada mereka yang membutuhkannya. Dunia di mana sebuah kabar akan menyebar dalam waktu yang bisa dibilang sebentar.
Ini terbukti dengan gerakan Coin A Chance! yang baru berusia sebulan.

Ketika saya dan Nia memulai gerakan Coin A Chance!, kami hanya punya niat. Itu saja. Sedikit-sedikit saya yang bisa nge-blog dan punya jaringan pertemanan dengan kawan-kawan blogger membuatkan blog resminya. Itu pun dengan layanan blog hosting gratisan (terima kasih, WordPress!). Nia yang punya jaringan pertemanan luas di Facebook pun kemudian membantu mensosialisasikan gerakan ini melalui jaringan tersebut.
Kapasitas kami memang terbatas.
Tetapi, lihat, hanya dalam beberapa hari gerakan ini digulirkan, tiba-tiba saja kawan blogger menawarkan membuatkan banner. Seorang kawan lain menawarkan membuatkan grup di Facebook. Kawan lain menyebarkan email kepada kawan-kawannya mengenai gerakan ini. Kawan lain lagi memberikan foto-foto koin dan recehan, yang katanya bisa digunakan kapan saja dibutuhkan untuk membuat banner atau header, atau keperluan lainnya. Seorang kawan dari blog hosting lokal DagDigDug.com melakukan wawancara untuk menyebarluaskan gerakan ini. Kawan-kawan blogger membuat postingan di blog masing-masing, dan memasang banner. Seorang kawan jurnalis menulis mengenai blog ini di medianya. Kawan lain yang baru dikenal karena bergabung dengan gerakan ini menghimpun teman-teman di kantornya untuk mengumpulkan koin. Sebuah kedai kopi di Jogja mengatakan hendak menyediakan tempat cuma-cuma untuk digunakan mengumpulkan koin di daerah tersebut. Dan kini berkat bantuan DagDigDug dan Rumah Web, Coin A Chance! sudah memiliki domain sendiri di http://coinachance.com/ 🙂
Sebuah gerakan adalah kerja kolektif. Setiap orang memberikan yang terbaik dari apa yang mereka miliki. Tidak ada yang punya andil lebih besar dari yang lain. Semua berkontribusi dengan apa yang mereka punya, dengan apa yang mereka bisa. Dan kontribusi itu sama berartinya. Melalui media blog, setiap niat, setiap ide, setiap inspirasi, punya potensi lebih besar dan lebih lekas untuk disambut, didukung, dan diapresiasi.
Lihat saja, ide yang digulirkan kawan blogger saya, Epat, mengenai sebuah jaringan blogger yang akan merespon bencana yang terjadi di Indonesia dan memantau perkembangannya melalui sebuah blog khusus. Hanya dalam waktu singkat, sebuah blog bertajuk Blogger Peduli yang disusun oleh kawan-kawan blogger sudah siap untuk menjadikan ide itu nyata.

Inilah yang membuat saya semakin bangga menjadi seorang blogger, dan merasa beruntung karena dapat menjadi bagian dari komunitas yang tahu benar arti kata ‘berbagi’ ini.
Survei “Pola dan Potensi Sumbangan Masyarakat” yang dilaksanakan PIRAC (Public Interest Research and Advocacy Center) menunjukkan bahwa tingkat kedermawanan (rate of giving) masyarakat masih tinggi, yakni 99,6%. Artinya, hampir seluruh masyarakat yang menjadi responden survei ini memberi sumbangan dalam setahun terakhir.
— PIRAC
