Karena saya sibuk.
Karena saya capek.

Karena saya sedang ingin sendiri. Karena saya hanya ingin tidur, agar bulan depan tidak perlu tidur lagi. Karena sedang mangkel dalam hati. Karena banyak orang-orang menyebalkan yang saya temui belakangan ini.

Ah, terlalu banyak karena. Terlalu banyak alasan yang tidak akan ada habisnya. Tidak apalah, mungkin memang belum waktunya. Belum ada peristiwa yang cukup menyentuh kehidupan saya.

Sudahlah. Kita tunggu saja. Semoga cahaya itu kembali berpihak pada saya. Dan semoga tidak terlalu lama…

hanny

17 Responses

  1. Waduh. Sama. Persis. Sedih ya.

    Baru saya mau tulis hal yang mirip dalam blog saya, tapi nanti disangka plagiarisme.

    Mungkin kita harus bertukar cerita. Hanny tulis di blog saya, saya tulis di blog Hanny. Sekedar selingan, refreshing.

  2. duh… kasian sekali dirimu, hun^^ sama sama, diriku juga akhir-akhir ini merasakan hal seperti itu^^ hiks hiks…
    mari kita refreshing atuh… heuheu…^^

  3. mbak, apa ya nunggu sedih unutk menulis. wong itu kejadian ‘capek’ mbak bisa kok di tulis.

    kalo mellow ditulis, klo seneng poto2. gitu aja ngambek hehehe 😀

  4. Ngrespon ide dari mbak Eva, sebenarnya ide ini udah lama mengendap di pikiran saya, yang kepikiran di saya adalah semacam “musyawarah antar blog” (terinspirasi dari buku “Birds’ Conference-Musyawarah para Burung” karya Faridudin A’ttar). saya terbayang kelompok blogger yang berkomitmen untuk saling ngasih feedback/kommen satu sama lainnya, ya semacam Musyawarah antar blog, but anyway it’s just my wild thought, mungkin nggak ya?

  5. alief: semoga tidak terlalu lama menunggu, ya…

    barry: amin 🙂

    dadun: iya, nih, jadi pengen jalan-jalan ke bandung. lo jadi host yah 🙂

    balibul: iiih nggak ngambek kok, justru ini curahan hati (terselubung) heheheh, tau aja kalo lagi senang foto2 🙂

    asf: haaa??? mau mau! kirim ke kantorkyu aja hehehehe tau kan alamatnya ;p

    wazeen: hmm, mengapa tidak? ayo disosialisasikan, aku siap membantu!

  6. Yuk! Hm, tapi aturan mainnya gimana ya biar seru. Saya bisa nulis tentang apa dengan gaya apa?

    Tadi pagi sebenarnya saya berandai-andai, gimana kalau saya menulis topik khas saya di blogmu dengan gaya khas Hanny.

    Mampu gak ya saya? Ada ide lain yang lebih seru dan lucu?

  7. Terkadang muncul keinginan menulis sangat kuat. Tapi, setelah berada di depan komputer ingin menulis malah keinginan itu tiba-tiba sirna. Tidak jadi menulis. Itu sering saya alami sendiri.

    Bahkan, saat menulis hal-hal yang baru dan kejadian yang pernah saya alami, tiba-tiba terjebak dengan gaya tulisan. Mau serius? Biasa-biasa saja? Atau setengah serius, setengahnya lagi dengan gaya bertutur (saya menyebutnya gaya naratif, red).

    Oh ya, salam kenal ya sebelumnya untuk Hanny. Terima kasih diperkenankan mampir kemari dan menggoreskan komentar di sini 🙂

    salam hangat,

    eriek
    http://eriekha.blogspot.com

  8. hhhhhhhh….sama, sampe hari ini sulit sekali rasanya untuk posting diblog…terlalu lelah untuk alasan2 yg saya sendiri tidak tahu..jadi blogwalking sajalah…semangaattt Han!! 🙂

  9. Ditunggu bener han, tulisan barumu. Jd kurang pas kalo blogwalking tanpa baca tulisan2mu yang seger dan mendamaikan. Oh ya, mo ke bandung? Hayuuu.. serius. I drive! How bout sometime this week?!

  10. daniel: hehehe, bisa aja 🙂

    eva: akhirnya, kita menulis tentang sesuatu yang tidak kita ketahui…

    eriek: hey, salam kenal juga! thanks for dropping by! jangan kapok, yah 🙂

    fithri: iya, nih! semangattt! 🙂

    gies: hehehe ayo gies, nulis lagi…

    nuke: kamu nyetir? gila apa, udah segede gitu? jangannnn banyak istirahat aja di rumah! kasihan amadeus!

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

cup edited - polarr
Do you often find yourself feeling guilty about taking some time to rest? "We all need rest, not because it makes us more productive at our jobs, but because it makes us happier, healthier, more well-rounded people," wrote Homan.
lia-stepanova-VAqHDioGBIs-unsplash
While most of us think of the past as something that happens behind us and the future lies ahead of us, for the Aymara people, it's the other way around. The Aymara people see the past as something that lies ahead of us, and the future as something that lies behind us.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer and an artist/illustrator based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE STUDIO