Jarak punya caranya sendiri untuk memberi kita waktu. Memberi kita ruang. Membuat kita melihat lebih jelas.

Terkadang kita perlu mendekat demi terekspos pada detail: derai hujan semalaman, aroma kopi yang tertinggal di udara, halusnya pasir dalam genggaman, cinta yang mendekati selesai, sebuah akhir. Terkadang kita perlu menjauh demi terpapar pada kenyataan: jalanan yang banjir akibat hujan seharian, cangkir kopi yang sudah lama kosong, sampah lengket yang menyangkut dekat garis pantai, kesempatan kedua, sebuah awal.

Tak mudah mengakrabi jarak. Ia hadir secara acak. Jauh-dekat hanya merupa garis-garis buram ketika dilewati dalam kecepatan maksimum. Ada saatnya kita tak tahu kapan harus menarik jarak, dan kapan harus melesak dalam. Ada saatnya kita tak tahu kapan harus memagari hati atau menitipkannya pada orang lain.

Tapi jarak adalah teman yang baik. Pelan-pelan, jarak mengajari kita bahwa sesuatu yang indah akan tetap indah, baik ketika dilihat dari jauh maupun ketika dilihat dari dekat.

hanny

23 Responses

  1. hosh..
    seperti ada sesuatu yang ingin melesak keluar setelah membaca tulisan ini :’)
    ah tapi biarkan saja dia tetap didalam.. tetap dengan jaraknya ๐Ÿ™‚
    keren euy!

  2. Akhirnya kita harus memilih..
    satu yang pasti..
    mana mungkin terus jalani..
    cinta begini..

    karna cinta tak akan ingkari..
    takan terbagi..
    kembalilah pada dirinya..
    biarku yang mengalah..
    aku terima..

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

cup edited - polarr
Do you often find yourself feeling guilty about taking some time to rest? "We all need rest, not because it makes us more productive at our jobs, but because it makes us happier, healthier, more well-rounded people," wrote Homan.
lia-stepanova-VAqHDioGBIs-unsplash
While most of us think of the past as something that happens behind us and the future lies ahead of us, for the Aymara people, it's the other way around. The Aymara people see the past as something that lies ahead of us, and the future as something that lies behind us.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I'm a published writer and a writing/creative workshop facilitator based in Amsterdam, the Netherlands. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting lifeโ€”one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
WRITE & WANDER
THE JOURNALING CLUB