… adalah SMS yang terus-menerus masuk dan sebagian tak sempat terbalas (maafkan), kue-kue dan puding di dalam kulkas, timbangan yang kembali naik 1 kilo setelah sempat turun 2 kilo selama Ramadhan (karena terlalu lahap menyantap berbagai hidangan Lebaran sepertinya), juga satu stoples kastengel untuk menemani saya minum teh hangat di malam hari.

Tersisa juga pertemuan tak sengaja di sebuah kedai kopi dengan kawan sebangku semasa SMA (yang kebetulan juga kawan SD dan SMP), bergelas-gelas kopi dan teh hangat peppermint yang disesap di bawah kerindangan pepohonan berhiaskan lampu-lampu kecil berwarna jingga terang, juga perjalanan berkeliling kota pada suatu senja, di bawah langit mendung, berakhir dengan satu episode memandangi hujan berteman segelas teh manis hangat di teras rumah hingga larut malam.

Oh, libur Lebaran juga menyisakan demam dan batuk-batuk berkepanjangan (alhamdulillah, sudah berangsur sembuh kini)–tetapi saya tak berkeberatan, karena secara keseluruhan, libur Lebaran kemarin berakhir menyenangkan.

Bagaimana liburanmu? 🙂

hanny

25 Responses

  1. ekstase, saya ekstase dengan kuliner dan cerita-cerita kecil yangmenggelitik, nikmat rasanya memandangi perut sedikit menggelembung puas.

  2. sy msh belum sembuh nih, perubahan cuaca yg ekstrim dr dingin ke panasnya semarang

    waks, semoga cepat sembuh, ya… ah saya ingin ke semaranggg 🙁

  3. bikin kastengel sendiri kah?

    sisa libur lebaran adalah skripsi ama PR yang gagal dikerjain waktu liburan :p

    iya, bikin sendiri hehehe kue tahunan 😀 waks, liburan emang susah kalo mau diganti ke mood serius 😀

  4. Hi,Thx a lot you’ve visit my blog.
    Lam kenal yach,nice to get more & more friends.
    I hope this relation to be continue.

    Rgds,
    Anto

  5. yang tersisa…kue2 lebaran yg kebanyakan n gak habis..trus suami gw yang marah gara2 ga gw ijinin beli handphone baru…pdhl lebaran kemarin janji akan jd suami yg baik…!!!!yang tersisa apalagi yaah??????THR dari abang gw buat anak gw kok ga ngasih2 yah…

  6. coonteel, selamat lebaran, maaf lahir bathin yaahh…
    maafin mateel ga kirim sms/telfon, karena sinyalnya jelek di pulau kecil itu…

    kue-nya sptnya enak… mmm… nyam nyam… 😀

  7. yang tersisa dari libur lebaran adalah mata perih & bodi ancur kebanyakan begadang ma kawan2 lama. flat screen sialan ini juga ikut menyita jatah waktu tidurku.

    Dan sialnya besok siang harus cabut ke bali. kembali ke rutinitas.
    huh…

  8. mbak hannyyy..
    minal aidin wal faidzin yah, maaf lahir batin 🙂

    yang tersisa dari liburan lebaran kali ini, bulan separuh penuh, langit malam yang jernih, dan rindu yang tak juga habis 😀

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Screenshot 2022-12-08 at 12.43.17
This year, I learned to accept the days when I don't feel motivated, tired, or a bit grumpy. I learned to allow myself to sit with this feeling instead of feeling guilty about it and forcing myself to be productive, socialize, or just get things done.
Photo by Georgia de Lotz on Unsplash
In the end, self-care is not always about doing the things that make us feel good or give us instant gratification. It's also about doing the RIGHT thing: something that is good for us in the long run—even if it may feel hard at times.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer and an artist/illustrator based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE STUDIO