Kemarin saya “bermain-main” di SMU 55 Pancoran, ikut bersemangat naik ke atas Eco Bus–bis ramah lingkungan yang didesain khusus dengan berbagai informasi interaktif seputar isu lingkungan hidup.

Juga sempat ikut berdendang menyanyikan lagu Burung Gereja yang dibawakan Nugie–salah satu lagu pertama yang saya kuasai ketika baru mulai belajar main gitar di SMP (ngomong-ngomong, saya tidak pernah mahir).

Tetapi, di luar itu, ada selembar selebaran tertempel di papan mading SMU 55 yang menarik perhatian saya. Judulnya sudah sangat provokatif dan membuat saya teringat pada jaman-jaman SMU dulu: “Mau punya foto gebetan?”

Hmm, siapa yang nggak mau? 🙂

Mungkin cara kerjanya seperti ini: jika kita punya gebetan, kita bisa menelepon nomor yang tertera (tiga nomor di belakang sengaja disamarkan), lalu bilang, “Gebetan saya si Fulan di kelas anu.”


Lalu mungkin penyedia jasa akan memotret secara diam-diam sang gebetan itu, untuk kemudian diserahkan kepada pemesan. Apakah layanan ini gratis atau dipungut biaya tidak dijelaskan di sana. Teknis penyerahan foto juga tidak dijelaskan – mungkin dikirim lewat alamat email anonim yang sekali pakai, agar identitas si pemesan tetap tidak diketahui.

Sayang, saya tidak sempat melakukan konfirmasi dengan anak SMU 55 kemarin. Tapi ini adalah ide yang unik–terlebih di sebuah SMU 🙂

hanny

7 Responses

  1. ini salah satu usaha biar tetap waras di tengah kesibukan yang semakin menggila, rom hehehe 🙂 apa kabar? lunch dong, cerita-cerita!!! apa kabarnya bling2?

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Unsplash
We tend to shape our memories of them based on the limited time we spend with them—and our memories of them, over time, will be replaced with one single word, one single interaction, or one single feeling.
Beradadisini Love Letter to Self
I took up a personal journaling project this week: writing a love letter to myself before bed. I work on a thin A6-size handmade paper journal I got from a paper artist, Els. The journal is thin and small enough, so it doesn't overwhelm me. It feels like I am only going to work on a small project.
annie-spratt-YF8NTmQyhdg-unsplash
Standing up for yourself does not have to look aggressive. It does not have to feel like a fight. It's not always about convincing others or explaining yourself and your decisions with the hope that everyone else understands or accepts your choice.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer/artist/illustrator and stationery web shop owner (Cafe Analog) based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE STUDIO