Iya, gara-gara menghabiskan suatu malam menyantap kepiting saos padang bersama 4 orang teman, kami secara tidak sengaja membaca apa yang tersembunyi di balik cara kami menyantap kepiting. Benarkah karakter seseorang bisa terbaca dari cara mereka menyantap kepiting? Tidak tahu juga. Tetapi boleh-boleh saja, kan, jika kita coba menyelami 4 macam karakter dari para penyantap kepiting berikut ini:

………………………………………………..

Tipe A.

Karakteristik:
Mengaku suka kepiting tetapi enggan mengutak-atik hidangan dengan alasan sedang enggan. Ketika teman sebelahnya menyodorkan daging kepiting ‘siap lahap’ ke piringnya, ia berkata,”Wah, udah, gak usah. Ngerepotin…” tetapi ia santap juga daging kepiting itu. Dan ketika ada yang menyodorkan daging kepiting ‘siap lahap’ untuk yang kedua dan ketiga kalinya, ia tetap menyantapnya tanpa berkeberatan.

Arti: Hmm, menurut saya tipe orang seperti ini, jelas, adalah orang yang tidak mau repot (hehehe). Ketika menginginkan sesuatu, ia cenderung menunggu bantuan dari orang-orang di sekelilingnya. Biasanya, orang seperti ini sedikit manja, dan senang mendapatkan perhatian ekstra. Orang tipe ini juga biasanya sulit mengambil inisiatif atau membuat pilihan, dan cenderung menyerahkan keputusan pada orang-orang di sekelilingnya. Kebaikannya adalah, orang seperti ini jarang protes dan cenderung menerima saja situasi apapun yang ada di hadapannya.

Tipe B.

Karakteristik: Menunggu beberapa waktu terlebih dahulu ketika teman-temannya mulai menyantap kepiting. Ketika tertinggal bagian-bagian yang sulit dicuil dagingnya di atas piring (seperti capit), ia akan mengambilnya dan mengorek-ngoreknya dengan tusuk gigi atau mencoba menyeruputnya keras-keras–demi mendapatkan secuil daging yang ada di dalamnya.

Arti: Haha. Tipe orang yang mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi! Orang seperti ini bisa diandalkan setiap saat, dan tidak mudah menyerah. Ia akan mencoba segala cara untuk mendapatkan keinginannya, walaupun ia harus menempuh jalan yang sulit. Kemauannya yang keras dan jiwa kebersamaannya yang besar juga akan tercermin dalam pekerjaannya, maupun hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya.

Tipe C.

Karakteristik: Menggunakan alat pemecah cangkang; kemudian mengambil daging kepiting, tetapi jari-jari tangannya tetap saja kotor berlumuran saos padang, bagian-bagian cangkang berserakan di atas piring. Yang jelas, orang ini terlihat repot sekali menyantap si kepiting saos padang itu.

Arti: Kalau menurut saya, orang seperti ini termasuk pekerja ‘keras’. Hardworker, istilahnya. Dedikasinya terhadap pekerjaan sangat tinggi, tetapi ia seringkali mengorbankan dirinya sendiri dan ‘dimanfaatkan’ oleh orang lain. Ia cenderung ‘terpaksa’ melakukan segala sesuatunya sendiri (bahkan melakukan hal-hal yang sebenarnya bukan urusannya). Dengan demikian kita bisa melihat bahwa ia kurang tegas dalam memberikan batasan yang diperlukan.

Tipe D.

Karakteristik: Menggunakan sendok dan garpu untuk menyantap kepiting, dan kepiting berhasil disantap dengan rapi seakan-akan orang ini sedang menyantap kepiting cangkang lunak.

Arti: Orang seperti ini pandai memanfaatkan kesempatan atau orang-orang di sekelilingnya untuk melakukan apa yang ia inginkan. Bisa dikatakan ia terkadang agak manipulatif, dan sedikit egois. Tetapi ia sekaligus adalah orang yang efektif dalam mencapai tujuannya. Ia tahu apa yang harus ia lakukan untuk mencapai sesuatu, tanpa perlu terlalu berusaha keras setengah mati. Ia bisa membuat orang-orang di sekitarnya membantunya meraih tujuannya.

………………………………………………..

Ah, sudahlah, saya hanya berpura-pura sok tahu dalam membaca karakter di sini. Ada yang mau menerjemahkan karakteristik tipe A-D sesuai dengan ‘terawang batin’ masing-masing? πŸ™‚

IMG. http://www.turtlebaycondos.com/Activities/Beach/crab2_72small.gif

hanny

11 Responses

  1. Kalau saya sih begitu lihat kepiting di meja,
    ” duluan aja, sikat “
    ” Mau pakai tang pembuka, pakai tangan, pakai gigi, semua didayaguna”
    ” ada yang nawarin ya saya terima “
    ” Sudah nggak ada yang mau lagi, saya korek korek cangkanya, sruput kuah saus tiramnya “

    Jadi tipe karakteristiknya apa ?

  2. Tipe E.

    Senang makan kepiting, gak malu-malu nyeruput kepiting, makan pakai tangan, meski agak ribet ngebuka cangkang kepiting tetep gak mau pake alat bantu karena ngerasa ribet.

    Yang pasti, makan kepiting itu enaknya rame2… meski belum tentu semua orang doyan kepiting (apalagi seafood!).

    Hmmmmm… jadi kangen Kelapa Gading… slluuurrrpppppp!!! nyam nyam nyaamm..

  3. mas iman : itu type yang e, mas.. maruk, hehehe.. *maap mbak hany, ketowel untuk jawab mas iman* πŸ˜›

    klo saya sptnya type C, yang makan dan belepotan πŸ˜€

  4. udah lama saya ndak makan rajungan alias kepiting, soale saya alergi ketiping, biasanya sih saya ngupasin aja buat yang di sekitar saya, yang ini ada tipenya ndak?

  5. @iman: hahaha mas iman, kalau begitu mungkin mas iman termasuk orang yang tidak menunggu kesempatan, tapi ‘menciptakan’ kesempatan, dan gak pusing-pusing dalam menghadapi hidup, alias nikmati aja mau senang, mau sedih, mau banyak, mau sedikit, enjoy aja … hahahaha. (itu kalau gak mau ngikut kata mbak dewi–> maruk) hahaha.

    @reza: coba tebakkkk πŸ˜€

    @hawe: mungkin lain kali kita jangan teh poci melulu, hahaha sekali-sekali makan besar πŸ˜€ mungkin dengan begitu ‘perbincangan filosofis’-nya bisa lebih lama hihihihi

    @dewi: gpp, mbak. semua bebas berinterpretasi hahaha. (melirik mas iman)

    @barry: berarti Anda orang yang beruntung! selamat! hahahaha

    @pegawainegerisexy: kalau menurut kita haram ya jangan dimakan. mudah, kan? hehehe

    @wazeen: ya ampun, sepertinya kamu orang yang baik sekali dan suka menolong hihihihihihi

    @steelheart: salam kenal juga πŸ™‚ thanks for visiting!

    @tyo: wah kita mesti makan cumi2 dulu kalo gitu, baru saya bisa menganalisis hehehe ;p

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

cup edited - polarr
Do you often find yourself feeling guilty about taking some time to rest? "We all need rest, not because it makes us more productive at our jobs, but because it makes us happier, healthier, more well-rounded people," wrote Homan.
lia-stepanova-VAqHDioGBIs-unsplash
While most of us think of the past as something that happens behind us and the future lies ahead of us, for the Aymara people, it's the other way around. The Aymara people see the past as something that lies ahead of us, and the future as something that lies behind us.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I'm a published writer and a writing/creative workshop facilitator based in Amsterdam, the Netherlands. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting lifeβ€”one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
WRITE & WANDER
THE JOURNALING CLUB