Mungkin saya berada di awal—atau di penghujung depresi.

Apa yang harus kamu lakukan ketika kehidupan memaksamu untuk berubah menjadi pribadi yang kamu benci? Ketika kamu tidak bisa lagi berpaling pada satu kalimat sakti itu: You cannot please everybody—dan kamu tidak bisa lagi merasa bahwa tidak apa-apa menjadi tidak sempurna.

Menatap lampu-lampu jalan yang tak lagi berwarna-warni, saya ingin menangis dan tertawa pada saat yang bersamaan. Berupaya bersikap seolah segalanya baik-baik saja, karena mungkin dengan begitu semuanya akan sungguh baik-baik saja. Tetapi semakin lama saya semakin tidak yakin.

Tekanan itu semakin besar dan begitu banyak hal-hal kecil yang menjadi semakin menjengkelkan ketika udara begitu hitam dan kamu merasa kamu tidak akan pernah bisa melakukan sesuatu sampai selesai.

Rasanya sedikit sesak di sini.

Bahkan ketika tengah berlari mengasingkan diri, hitam itu selalu bisa menyelinap bahkan di tengah-tengah pagi yang bermandi matahari. Menuliskan ini saja membuat saya ingin menangis lagi. Mungkin saya sedikit frustrasi. Atau saya cuma lelah menahan diri.

Tiba-tiba semua menjadi terlalu… demanding.

Lalu terlintas dalam benak saya yang penuh sesak itu: saya lupa kapan terakhir kali saya tertawa karena saya benar-benar bahagia.

Duh, ada sesuatu di mata saya yang mendesak-desak ingin keluar. Saya menengadah untuk mencegah butiran-butiran itu berjatuhan; dan di atas sana, langit masih hitam.

hanny

11 Responses

  1. han, kadang aku juga merasa begitu. ada suatu hari di mana sepi dan kesal dan sedih sepertinya tidak mau pergi. tapi suatu hari, setidaknya hari akan menjadi lebih baik.

    loads of hugs.

  2. Lagi stres Han?
    Duuh, harusnya selama puasa ini kita bisa merasakan kedamaian ya… tapi kok ya saa belum ngerasa-in itu ya?
    Damai tentram gemah ripah loh jinawi

    roi

  3. biarkan butiran itu jatuh Han, siapa tahu bisa membeningkan kembali air yang keruh di suatu sudut sana, menguap terbawa sinar matahari dan ikut menjernihkan langit yang hitam itu…

    siapa tahu…

  4. winna – aminnn. hugzzz 🙂 setidaknya launching KAA bisa membuatku tersenyum, win ;p

    roi – duh, lo liat sendiri dong dari seberang sana bahwa ada awan mendung di atas kepala gue? hehehe. lagi puasa jadi cobaannya bertambah 3x lipat kali. semoga setelah ini diangkatkan derajatnya oleh Yang Maha Kuasa… aminnn hihihihihi ;p

    gies – huhuhu thanks, much! iya, mungkin setelah hujan langit akan kembali cerah, ya. *hugzzz*!

  5. hanny, are you ok darling??

    guess, ada awan mendung diatas kepala semua orang ya.. hope there’ll be a brighter day for all of us ya…

  6. ndoro – lha, masa aku bermuram durja ketika bertemu ndoro hehehe malu, dong ;p

    anonymous – thanks! iya, pasti kok there will be a brighter day; mungkin harus bersabar dulu sebentar 🙂

    *hugz*

  7. Hanny, aku tak suka kenyataan bahwa aku haha-hehe sementara dirimu tak hepi 🙁
    Maaf kalau aku kurang peka, ya. Semoga keadaan jadi lebih baik.
    Nangis aja, lagi… nabok juga gak papa hihihi… *dasar Lita, nasehat gak mutu!*

  8. lita – iiih, nggak apa-apa kok, emang aku yang lagi sensi hehehe; aku jadi nggak enak. justru meeting kemarin sedikit menghibur hatiku, habis kita seru banget, ya, ketawa-ketawa :p

    eva – *HUGSSSSSS* huhuhuhuhu

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Photo by Georgia de Lotz on Unsplash
In the end, self-care is not always about doing the things that make us feel good or give us instant gratification. It's also about doing the RIGHT thing: something that is good for us in the long run—even if it may feel hard at times.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer and an artist/illustrator based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE STUDIO