Saya kesal sekali sama kamu hari ini.
Ini hari yang sibuk dan kamu membuat pikiran saya tambah semrawut.
Kamu ternyata sangat arogan.
Dan saya paling alergi dengan orang-orang arogan.

Sejak awal, saya tidak pernah suka sama kamu.
First impression saya tentang kamu sudah terlanjur minus.
Sampai akhirnya kita bertemu—
dan kamu terkejut ketika melihat saya, entah kenapa.
Tiba-tiba sikap kamu berubah 180 derajat;
dan di akhir pertemuan itu kamu menggoreskan satu pesan kecil bernada menggoda di dalam buku catatan saya.
Jika kamu pikir saya tergoda, maaf, kamu salah.
Saya hanya berusaha agar tetap terlihat ramah.

Saya lelah.
Terlebih lagi sekarang,
ketika saya semakin yakin bahwa first impression memang tidak pernah salah.

… 6 jam kemudian …

Kekesalan saya sudah mereda, tapi bukan berarti saya lupa.
Hanya saja… sekarang saya malah jadi kasihan sama kamu.

Ketika saya sudah bisa bersantai di rumah, ditemani segelas susu cokelat, beberapa butir jerawat, dan sepiring otak-otak, kamu masih harus menghadapi malam yang lumayan berat.
Hari ini juga bukan hari yang indah buat kamu.

Dan karena saya tidak mau membuat kamu tambah sengsara…
Ya sudahlah.
Nggak usah dibahas.

hanny

5 Responses

  1. Udah nggak kesel kok ;p thanks for visiting Silent Soul … Seru juga kali ya kalo bisa ketemuan beneran sama the whole Writer’s Tavern Community, ngopi2 di manaaa gitu 🙂

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

cup edited - polarr
Do you often find yourself feeling guilty about taking some time to rest? "We all need rest, not because it makes us more productive at our jobs, but because it makes us happier, healthier, more well-rounded people," wrote Homan.
lia-stepanova-VAqHDioGBIs-unsplash
While most of us think of the past as something that happens behind us and the future lies ahead of us, for the Aymara people, it's the other way around. The Aymara people see the past as something that lies ahead of us, and the future as something that lies behind us.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I'm a published writer and a writing/creative workshop facilitator based in Amsterdam, the Netherlands. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
WRITE & WANDER
THE JOURNALING CLUB