Kamu masih ingat sofa itu?

Tempat kita biasa menghabiskan waktu berjam-jam bicara tentang hal-hal yang tidak punya makna–tapi menuai rasa.

Sejak kamu pergi, sofa itu sudah jarang disinggahi; apalagi ditiduri 🙂 Saya pun enggan duduk-duduk di situ lagi. Saya jadi sedih kalau tahu bahwa masa lalu tidak akan pernah kembali.

Tapi kemarin, saya duduk-duduk di situ dengan seseorang. Dan bicara panjang lebar sampai malam menjelang. Kemudian saya jadi senang tidur-tiduran di sofa itu lagi. Melamunkan tentang seseorang yang istimewa, dan merasa bahagia lagi. Sekarang saya jadi semangat mengetahui bahwa masa depan masih belum menjelang.

Hmm, kalau masa lalu memang tidak bisa diulangi, saya harap masa depan bisa membawa kamu kembali. Tapi, maaf kalau nanti saya tidak bisa mengajak kamu duduk-duduk di sofa itu lagi. You belong to the past.

I just want you to want me. It doesn’t mean that I want you…

*dedicated to my selfishness

IMG. http://www.handprint.com/HP/WCL/IMG/PAINTERS/couch.jpg

hanny

4 Responses

  1. “I just want you to want me. It doesn’t mean that I want you.” 😀 Very nice line. Love your blog. Keep writing.

    -eva

  2. Tapi, maaf kalau nanti saya tidak bisa mengajak kamu duduk-duduk di sofa itu lagi. Aku yakin tak apa karena kesetimbangan baru pada titik waktu yang berbeda selalu akan terjadi. Mengapa aku terlihat optimistis? Karena angin tak akan diam bergerak dari tekanan yang tinggi ke yang lebih rendah? Ataukah karena aku masih belum mengerti mengapa selalu daun jatuh ke bumi.

  3. Eva: Thanks, much! ;p I love reading your blog as well!

    Anonymous: Masih ada banyak hal yang tidak saya mengerti dalam hidup ini. Bagi saya, mempertanyakan hal-hal itu sudah lebih dari cukup. Mungkin belum waktunya bagi saya untuk tahu semua jawabannya. Dan mengetahui semua jawabannya pun tidak akan membawa saya kemana-mana … karena pertanyaan lain akan kembali menyesaki udara.

  4. satu hal yang pasti kalo sang masa lalu ngga boleh duduk di sofa itu lagi… izinkanlah dia untuk berdiri dekat sofa itu.. dan menangisi kesempatannya karna melewatkan untuk bisa duduk dgn mu… or suruh dia duduk aja di lantai..(deeuu pembantu kaleee)

    BTW… am I be able to recall the past icon ??.. hehehe

    lil-majesty

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Screenshot 2022-12-08 at 12.43.17
This year, I learned to accept the days when I don't feel motivated, tired, or a bit grumpy. I learned to allow myself to sit with this feeling instead of feeling guilty about it and forcing myself to be productive, socialize, or just get things done.
Photo by Georgia de Lotz on Unsplash
In the end, self-care is not always about doing the things that make us feel good or give us instant gratification. It's also about doing the RIGHT thing: something that is good for us in the long run—even if it may feel hard at times.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer and an artist/illustrator based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE STUDIO