Main-main di Kantor Google Singapura

Ini momen ajaib saya berikutnya setelah berhasil berfoto sama Matt Mullenweg—founder WordPress, tempat saya nge-blog dan dapet segala macem dari nge-blog! Iyalah, nggak nyangka akhirnya sampai juga di kantor Google yang di Singapura (berikutnya pengen ke markas besarnya Google yang di US, ah, hihihi). Perjalanan ini hadiah karena sempat jadi salah satu pemenang Young Caring…

Read More

tepat 5 tahun beradadisini…

and look how far I’ve traveled! 🙂 Tentu saja, saya masih suka mellow dan menye-menye di kala hujan, menaburkan kata-kata manis dan meromantisasi suasana hati, atau sekadar bercerita tentang hari-hari yang dilewati.  Saya menangis, tertawa, patah hati, jatuh cinta… di sini. Kebodohan-kebodohan saya di masa lalu itu juga biarlah terekam semua hingga detik ini. Sebagai…

Read More

Yogyakarta, Lagi.

Kali ini diawali pesta kejutan tengah malam buat si pacar yang berulang tahun. Lantas karena saya dan kawan-kawan pemberi kejutan tiba-tiba saja lapar :D, maka pesta dilanjutkan dengan traktiran dimsum di Hotel Quality, Yogyakarta. Nggak jauh dari Bandara Adisucipto. Di sini ternyata restoran dimsum-nya buka 24 jam *amazed*. Pesanan kami datengnya lama-ajah-to-the-max. Entah karena memang…

Read More

The Space Between Us

Thrity Umrigar, 2006 | 320 halaman Perkenalan saya dengan sastra India dimulai dengan Jhumpa Lahiri dan antologi Interpreter of Maladies-nya. Saya seperti jatuh cinta pada pandangan pertama: pada sari, miju-miju, nasi dengan kismis, hotmix, jus mangga, juga musim hujan yang basah dan becek di Calcutta. Kemudian saya mencoba peruntungan saya selanjutnya dengan membaca Mistress of…

Read More

things I didn’t say that evening.

Malam itu tergesa. Aku gugup. Kombinasi antara pemikiran bahwa malam ini aku akan terjaga hingga dini hari, kecemasan akan esok hari yang melelahkan karena panjangnya akan lebih dari 24 jam, dan kegelisahan karena akan bertemu kamu. Enam—atau tujuh hari yang lalu, aku meninggalkanmu dengan sedikit rasa kehilangan. Aku tahu bahwa kita akan bertemu lagi segera,…

Read More

Will You Still Love Me When I’m 64?

Nggak tau. Aku nggak tau apakah lima puluh tahun lagi aku masih akan tetap mencintai kamu (seperti lagu yang belakangan ini sering diputar di radio pagi-pagi dan terpaksa kudengarkan ketika sedang berada di dalam taksi). Dan aku juga nggak mau berjanji. Karena aku nggak suka kalau nggak bisa menepati janji. Selamanya serta selalu adalah dua…

Read More