:: sebuah pagi, lagi

Ah. Terdengar samar-samar suara burung-burung di hutan. Pelan. Sedikit nyaring. Nyaring. Berisik. Ia meraih dengan tangan kirinya; berharap menyentuh ranting atau daun-daun yang meneteskan embun. Ternyata alarm telepon genggamnya yang berbunyi. Ia menguap. Mematikan alarm. Memandangi langit-langit dan lampu berbentuk bola-bola kecil berwarna-warni di sudut sana yang dibawakan seorang kawan dari Thailand. Ia menguap lagi,…

Read More

:: are you?

Kamu: Lo lagi slow abis ya?Saya: Apanya? Kerjaan?Kamu: No. I mean life…Saya: (terkejut) Hehehe, gitu deh. Kemarin-kemarin banyak kerjaan soalnya.Kamu: You like it?Saya: Hmm, karena belum ada kehidupan lain jadinya suka-suka aja.Kamu: Are you happy? Saya terdiam mendadak; kesepuluh jari membeku di atas keyboard. Sekian detik berlalu sebelum akhirnya saya menjawab.Saya: Kebahagiaan itu bentuknya macem-macem,…

Read More

:: mari bercerita tentang kondom

Ya, bisa dikatakan ini adalah posting pertama saya sejak terpaksa ‘mangkir’ dari blog ini selama beberapa waktu. Kalau dilihat-lihat, ternyata posting terakhir saya bertanggal 28 Oktober–sehari setelah Pesta Blogger yang bersejarah itu. Selepas itu, saya hanya menulis tentang mengapa saya belum menulis, dan selanjutnya saya bertukar posting dengan seorang teman; yang sama-sama tengah mengalami writer’s…

Read More

:: dengan hati

[Dari Eva; akhirnya ide itu terealisasikan juga.]Dear Hanny, Pengalaman hidup โ€˜mengajarkanโ€™ saya bahwa perasaan sebaiknya tidak terlalu diumbar. Ekspresi diri hanya akan menempatkan kita di puncak menara kurus tinggi di lokasi terbuka di bawah terik dan terang matahari, posisi yang begitu rapuh dan gamang. Sikap hidup yang menimbulkan kepercayaan diri semu. Saya perlu terus bergerak…

Read More

:: mengapa belum ada posting baru di sini?

Karena saya sibuk. Karena saya capek. Karena saya sedang ingin sendiri. Karena saya hanya ingin tidur, agar bulan depan tidak perlu tidur lagi. Karena sedang mangkel dalam hati. Karena banyak orang-orang menyebalkan yang saya temui belakangan ini.Ah, terlalu banyak karena. Terlalu banyak alasan yang tidak akan ada habisnya. Tidak apalah, mungkin memang belum waktunya. Belum…

Read More