Teman: “Temanku dapat buket mawar putih dari pacarnya waktu anniversary.”

Pacar teman: “Mmm… aku punyanya ikan maskoki. Mau?”
Teman: %&$#%$@#…

Bukannya ikan maskoki lebih kiyut dari mawar putih, ya?

hanny
WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

Belakangan ini, tiap kali aku lagi jalan-jalan entah ke mana, di setiap sudut ada saja kembang api yang meluncur ke angkasa terus meledak di depan wajahku. Bikin aku kaget, awalnya, tapi kemudian aku malah ketawa-ketawa memandangi percikan-percikannya menyala. Terus sekarang aku jadi kebiasaan. Malah sudah nyaris sampai tahap kecanduan.

Misalnya, waktu lagi di dalam mobil pagi hari terus hujan deras turun di luar, dan sekelilingku jadi putih karena kabut, aku sudah tahu bakal ada kembang api yang meledak di antara pepohonan nggak lama kemudian. Lalu, ledakan kembang api waktu lagi mesen hazelnut latte di Starbucks. Waktu lagi dengerin iPod dan lagu yang familiar itu diputar. Juga di bioskop XXI yang lampunya temaram jingga dan udaranya dipenuhi wangi berondong jagung mentega dan karamel, there goes another fireworks show.

Yang paling heboh sih memang kalau sedang menelusuri rak-rak di sepanjang lorong supermarket; di situ aku mesti siap-siap mengantisipasi ledakan kembang api berkali-kali. Ledakan di depan lemari pendingin penuh bento dan sushi, di depan tumpukan semangka kuning, di depan deretan jus kiwi dan puding tofu rasa kopi… rasanya seperti lagi nonton pawai tahun baruan atau terperangkap di dalam novel Harry Potter waktu Laskar Dumbledore lagi latihan duel pakai tongkat sihir.

Dan tiba-tiba saja, dunia di sekitarku jadi lucu dan penuh warna-warni seru.

hanny
WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

“aku sudah lupa rasanya
jatuh cinta
jemari yang menganga
sesuatu seperti asmara
mengisi sela-sela
menutup jeda
tak ada petasan di udara
juga ledakan merah tua
kau hanya bisa
mengisi sela-sela jari
dan bukan sela-sela hati.”

tetapi kemudian…
ada dia.

hanny
WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

Anomali CoffeeAnomali itu nama sebuah kedai kopi. Letaknya di Senopati, Jakarta Selatan. Dari apotik Senopati, Anda lurus saja, kedai kopi ini ada di sisi jalan sebelah kiri.

Karena dari kantor saya jaraknya hanya sekitar beberapa puluh langkah berjalan kaki, tempat ini menjadi pilihan jika ingin bersantai atau sekadar ‘melarikan diri’ untuk mengetik proposal.

Tempatnya nyaman, furnitur dari kayu dengan suasana agak temaram. Kita bisa memilih mau duduk di lantai bawah atau lantai atas. Di lantai atas juga Anda bisa memilih apakah mau bersantai di dalam atau di luar ruangan. Fasilitas Wi-Fi gratis juga tersedia, membuat saya betah berlama-lama di sana.

Dulu, waktu baru dibuka pertama kali, Anomali cuma punya pilihan kopi, snacks (calamari, french fries, onion ring dan chicken wings); kemudian ditambah menu sandwich.

Anomali Outdoor

Lalu beberapa waktu kemudian ada tambahan menu nasi goreng buntut. Sekarang, Anomali sudah punya tambahan menu main course berupa steak dan pasta.

Tadi sore saya dan kawan-kawan mampir ke sana untuk meeting sebentar. Dan mencoba dua menu makanan baru mereka: chicken steak dan chicken gordon blue. Chicken steak-nya enak, apalagi sausnya! Disajikan dengan kentang goreng panas-panas. Mmm…

Picture 14

Chicken gordon blue-nya lumayan. Agak kecewa juga sih, karena kejunya bukan mozarella, jadi tidak meleleh ketika dibelah. Tapi enak juga, apalagi kalau dimakannya panas-panas. Apalagi tadi sore di luar mendung lalu turun gerimis.

Chicken Gordon Blue Anomali

Harga kopi-kopinya berkisar antara 20-30rb rupiah, untuk snacks sekitar 15-20rb rupiah, sementara untuk main course sekitar 35-40rb rupiah.

Mau mencoba nongkrong di Anomali?

———-

Anomali Coffee
Jl. Senopati No. 35 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan, 12190
Email: [email protected]
Telp: (+6221) 52920102

hanny
WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer/artist/illustrator and stationery web shop owner (Cafe Analog) based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE SHOP