Dim, happy (belated) birthday! I am wishing you a great year ahead, full of love and sweet memories to keep! 🙂 And, I know it’s been a while… sudah lama kita nggak menulis untuk satu sama lain seperti dulu. Untuk ulang tahun kamu, let’s do it again, for the sake of the lovely (and awful) memories we have shared along the way.

Oh ya, Dim, ada banyak hal yang terjadi dalam hidupku (will spill all the details when we meet in Bandung)—dan mulainya waktu aku pergi untuk sebulan itu. Aku pergi tanpa mencari apa-apa (selain sedikit pantai, sedikit laut dan sejumput kata-kata), tetapi aku kembali membawa banyak hal tentang hidup. Tentang cinta. Tentang kesempatan kedua. Sewaktu pergi, hatiku kosong. Sewaktu pulang, hatiku penuh dengan setumpuk surat dan puisi yang ditulis tangan, percakapan demi percakapan yang tidak putus-putus selama lebih dari 7 jam, cokelat champagne dan es krim vanila, perjalanan di tengah hujan, genggaman tangan di pagi hari, puluhan huruf X dan D, juga film-film yang diputar di HBO.

Aku diberikan banyak pelajaran tentang menikmati ‘sekarang’, Dim. Masa lalu sudah tidak bisa diapa-apakan, masa depan belum lagi akan datang. Perjalananku membuatku lebih menghargai yang ada ‘sekarang’. Seorang temanku bertanya, what is the sense of life? Aku bilang, mungkin hidup ini adalah lebih tentang kesempatan-kesempatan yang kita raih, daripada kesempatan-kesempatan yang kita lewatkan. Hidup ini adalah tentang sekarang—tentang hal-hal yang terjadi sementara kita sibuk memikirkan masa depan, begitu kata sebuah kutipan yang entah dikatakan siapa.

Teman yang sama bertanya lagi, what is love? Mungkin sama juga. Cinta adalah apa yang terjadi ketika kita tengah sibuk mempertanyakan arti cinta itu sendiri. Mungkin cinta adalah momen. Ketika kamu tengah bersama seseorang dan berpikir bahwa dengan dia di sampingmu, kamu bisa melakukan apa saja. Ketika kamu pergi jauh dan merindukan dia, dan mengetahui bahwa jika kamu harus pulang, tempat yang akan kamu tuju adalah tempat-tempat di mana dia berada. And I-love-yous, maybe they are not forever ever after. Maybe they are moments. Moments you can never get back.

Jadi hadiah ulang tahunku untukmu, Dim, adalah saat ini. Sekarang. Nikmati saat-saat ini, ya, Dim. Setiap momen. Setiap kesempatan. Setiap jalan yang dibukakan. Setiap pertemuan. Karena di akhir hari, kamu akan mengenang semuanya. Mungkin tak seluruhnya indah. Tapi setidaknya, kamu akan mengenangnya tanpa rasa sesal. Dan itu adalah hal terindah yang bisa kita katakan tentang hidup yang sudah kita jalani selama ini.

Love,
Hanny.

hanny

16 Responses

  1. Ah Hanny…..kata-katanya indah seperti biasa! Sama seperti isi suratmu, aku pernah pergi ke sebuah tempat dengan hati yang kosong dan kembali dengan hati dan pikiran yang penuh…rasanya indah! 🙂

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Unsplash
We tend to shape our memories of them based on the limited time we spend with them—and our memories of them, over time, will be replaced with one single word, one single interaction, or one single feeling.
Beradadisini Love Letter to Self
I took up a personal journaling project this week: writing a love letter to myself before bed. I work on a thin A6-size handmade paper journal I got from a paper artist, Els. The journal is thin and small enough, so it doesn't overwhelm me. It feels like I am only going to work on a small project.
annie-spratt-YF8NTmQyhdg-unsplash
Standing up for yourself does not have to look aggressive. It does not have to feel like a fight. It's not always about convincing others or explaining yourself and your decisions with the hope that everyone else understands or accepts your choice.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer/artist/illustrator and stationery web shop owner (Cafe Analog) based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE SHOP