November 2004.

sugar |ˈ sh oŏgər|
verb [ trans. ]
sweeten, sprinkle, or coat with sugar : she absentmindedly sugared her tea | [as adj.] (sugared) sugared almonds.
• figurative make more agreeable or palatable : the novel was preachy but sugared heavily with jokes.

Sesungguhnya saya sedang tidak ingin bermain-main. I was just feeling a bit… nostalgic. Saya menemukan kembali surat-suratmu itu, dari tahun-tahun yang sudah lama berlalu. Dan detik itu juga, saya merasa kehilangan sesuatu. Ironis. Saya merasa kehilangan justru pada saat saya menemukan.

Kamu tiba-tiba saja datang lewat sembilan puluh delapan halaman surat yang saya dapatkan tepat saat saya ingin membuang begitu banyak barang. Saya bahkan tak ingat bahwa saya masih menyimpan surat-suratmu itu. Selama beberapa tahun terakhir, kamu bahkan tak pernah hinggap di benak saya meski barang sebentar. Kemudian saya membaca kembali surat-suratmu itu di atas tempat tidur (setelah menyingkirkan dua karung sampah kertas yang selama ini bersemayam di dalam kamar tidur saya) dan berpikir, damn, we did have a great time.

Mungkin karena di antara kita tidak pernah ada ekspektasi atau janji-janji. Kita hanya menikmati waktu yang ada. Menulis kepada satu sama lain ketika sempat. Kamu tidak pernah menagih jika saya terlambat membalas suratmu selama berhari-hari. Saya juga tak pernah memburumu ketika kamu harus menghabiskan waktu satu minggu di tengah belantara. Kita tak pernah punya tali. Kita hanya punya jemari dan huruf-huruf yang mengantarkan sekian banyak cerita. Impresi dari hari-hari yang kita lewati merupakan perwujudan dari segala hal yang tidak berurutan: perasaan yang datang tiba-tiba, lonjakan pemikiran tentang sesuatu hal, segala yang acak tetapi mengingatkan saya terhadapmu, dan sebaliknya.

Lucu.

Malam itu, saya menyimpan surat-suratmu di dalam laci. Saya tak ingin membuangnya. Dan memang tak perlu, karena surat-suratmu tidak memberatkan. Mereka tidak menyeret saya ke masa lalu. Justru membawa saya melambung ke sebuah masa depan yang jauh. Seperti yang pernah kamu katakan, “Let’s run on the beach and laugh and watch the pretty clouds dance in the sky!”

Semoga. Suatu hari nanti. Jika kesempatan itu datang. Dan jika kita tidak pernah bertemu lagi pun, tak mengapa. Surat-suratmu itu akan menjelma menjadi sesuatu yang pada saatnya akan menyentuh hidupmu juga. Until then, be happy. Like always.

And stay sweet.

Leave your traces here. I want to hear :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.