Truman Capote, 1956 | 178 pages

Ada banyak hal yang bisa hilang dari hidupmu, tapi tak semuanya akan membuatmu merasa kehilangan. Mungkin ini akan jadi kalimat pembuka yang pas ketika saya meminta kawan-kawan saya membaca karya klasik Capote, Breakfast at Tiffany’s.

Kisah ini berawal dengan pertemuan seorang lelaki dengan seorang perempuan bernama Holly Golightly. Nama karakter ini pun sudah mengandung semacam pertentangan yang tidak biasa, dan satu-satunya kata yang bisa menjelaskan Holly adalah bahwa ia seorang perempuan yang “tidak biasa”.

Jika di awal kita akan memandang tokoh Holly sebagai perempuan cantik yang dangkal dan sedikit bodoh, setelah beberapa lama kita (sebagaimana tokoh lelaki dalam cerita ini) akan menemukan banyak hal yang disembunyikan Holly di balik kemasan ‘luarnya’. Aren’t we all lonely in our own lonely ways?

Membaca Breakfast at Tiffany’s seperti mengupas bawang. Selapis demi selapis, kita akan dibawa untuk semakin mengenal Holly—dan hal-hal yang membuatnya menjadi Holly yang seperti sekarang ini. It had the same effect like reading your boyfriend’s past, trying to understand why he turns into the guy that he is. Exactly the reason why I just couldn’t put the book down.

Karena bukankah setiap orang punya masa lalu yang mendefinisikan masa kininya?

hanny

2 Responses

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Screenshot 2022-12-08 at 12.43.17
This year, I learned to accept the days when I don't feel motivated, tired, or a bit grumpy. I learned to allow myself to sit with this feeling instead of feeling guilty about it and forcing myself to be productive, socialize, or just get things done.
Photo by Georgia de Lotz on Unsplash
In the end, self-care is not always about doing the things that make us feel good or give us instant gratification. It's also about doing the RIGHT thing: something that is good for us in the long run—even if it may feel hard at times.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer/artist/illustrator and stationery web shop owner (Cafe Analog) based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE SHOP