Enam tahun meninggalkan banyak hal di belakang, sekaligus menjanjikan banyak kesempatan di depan. Perpisahan dan pertemuan yang diabadikan di sini menjadi semacam catatan atas hidup yang tidak pernah bisa ditebak bagaimana bermulanya, atau bagaimana berakhirnya.

Enam tahun yang lalu, saya menulis karena saya tidak bisa tidak menulis. Karena saya cinta. Karena hanya itu yang saya pikirkan ketika membuka mata di pagi hari dan menjelang tidur di malam hari: saya ingin menulis dan merekam hidup dengan jari-jemari saya di atas papan ketik, tak peduli apakah ada yang membacanya ataupun tidak.

Enam tahun yang lalu saya menulis karena saya sedih. Karena saya kecewa. Karena saya marah. Karena saya bahagia. Karena saya patah hati. Karena saya jatuh cinta.

Enam tahun yang lalu, catatan-catatan ini dimulai. Dan bagi mereka yang selalu ada sejak saat itu hingga kini, maupun bagi mereka yang hadir di tengah-tengah atau pada perjalanan masa kini, terima kasih. Terima kasih banyak.

hanny

23 Responses

  1. Hanny, we met once when you launched your “28 hari” book at Anomali Cafe.
    We took photo. And you are amazing girl. Keep writing..

  2. wow lama ya. senang bertemu orang baik dan ramah dan senang membantu seperti dirimu di sini. semoga kebahagiaan terus ditabur di sekelilingmu ya dear -hug-

    1. alhamdulillah, atta! seneng juga kita bisa ketemuan dan ngobrol beneran setelah sebelumnya kenal lewat blog! I miss your writings πŸ˜€ write again, pleaaase! ^^

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

cup edited - polarr
Do you often find yourself feeling guilty about taking some time to rest? "We all need rest, not because it makes us more productive at our jobs, but because it makes us happier, healthier, more well-rounded people," wrote Homan.
lia-stepanova-VAqHDioGBIs-unsplash
While most of us think of the past as something that happens behind us and the future lies ahead of us, for the Aymara people, it's the other way around. The Aymara people see the past as something that lies ahead of us, and the future as something that lies behind us.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I'm a published writer and a writing/creative workshop facilitator based in Amsterdam, the Netherlands. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting lifeβ€”one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
WRITE & WANDER
THE JOURNALING CLUB