Di sini, kita harus berhenti. Sedikit hati-hati. Menunggu waktu yang tepat untuk menyeberang. Ada sesuatu yang tengah kita tuju di depan. Mungkin sekarang segalanya nampak buram. Dan dari sini, cahaya di ujung sana mungkin tidak begitu kelihatan. Tetapi terkadang, kamu hanya harus percaya bahwa ada sesuatu yang indah di tempat yang akan kita datangi nanti. Aku tak bisa menjanjikan apa-apa. Aku pun tak tahu pasti apa yang akan menyambut kita di ujung jalan. Cuma satu hal yang pasti:

di sana, akan ada aku.

Jika itu cukup buatmu, pejamkan matamu, genggam tanganku, dan bersama, kita akan menyeberang meninggalkan masa lalu.

*) based on a photograph by Nico Wijaya

hanny

8 Responses

  1. hihihi bagus ciboooo!

    aku jadi teringat ketika aku ngambil foto ini. hampir tengah malam di orchard rd. aku sendiri jalan kaki dari shangri la yg lokasinya tak jauh dari situ. seakan hapal jalanan setempat, aku terus berjalan dan memotret. menikmati malam dan pendar-pendar kota yang sedikit sedang beristirahat.

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Photo by Georgia de Lotz on Unsplash
In the end, self-care is not always about doing the things that make us feel good or give us instant gratification. It's also about doing the RIGHT thing: something that is good for us in the long run—even if it may feel hard at times.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer and an artist/illustrator based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE STUDIO