*) terjemahan bebas dari TRUE LOVE, Sharon Olds

Tengah malam, ketika kita terbangun
setelah bercinta, kita menatap satu sama lain
dalam kedekatan, kita sama-sama tahu apa
yang telah dilakukan yang lain. Terikat pada satu sama lain
seperti pendaki menuruni pegunungan.
terhubung tali pusar di kamar anak-anak,
kita merayapi koridor menuju kamar mandi, aku nyaris
tak bisa berjalan, aku menyeret tubuhku melalui udara
yang kasar dan tanpa bayang-bayang, aku tahu di mana kau berada
dengan mata tertutup, kita terjerat pada satu sama lain
dalam jalinan besar yang tak kelihatan, kelamin kita bisu,
kelelahan, remuk, seluruh tubuh adalah kepuasan—tentunya ini
adalah saat-saat paling terberkahi dalam hidupku,
anak-anak kita tidur di ranjang mereka, setiap suratan takdir
seperti nadi-nadi dari mineral prasejarah yang belum ditemukan. Aku duduk
di toilet pada malam hari, kau berada di suatu sudut di kamar,
aku membuka jendela dan salju sudah turun,
dengan derasnya, bersandar di ambang jendela, aku
menengadah, padanya,
dinding kristal yang dingin, sunyi
dan berkilauan, aku diam-diam memanggilmu
dan kau datang dan menggenggam tanganku dan aku berkata
aku tak bisa melihat apa-apa lagi selain ini. Aku tak bisa melihat apa-apa lagi selain ini.

hanny

3 Responses

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

cup edited - polarr
Do you often find yourself feeling guilty about taking some time to rest? "We all need rest, not because it makes us more productive at our jobs, but because it makes us happier, healthier, more well-rounded people," wrote Homan.
lia-stepanova-VAqHDioGBIs-unsplash
While most of us think of the past as something that happens behind us and the future lies ahead of us, for the Aymara people, it's the other way around. The Aymara people see the past as something that lies ahead of us, and the future as something that lies behind us.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I'm a published writer and a writing/creative workshop facilitator based in Amsterdam, the Netherlands. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
WRITE & WANDER
THE JOURNALING CLUB