Perbandingan tidur lelap dan tidur yang ditingkahi mimpi bagi saya adalah 1:20. Ya, saya lebih sering pingsan tidur pulas; dan jarang sekali bermimpi. Kalaupun sampai bermimpi, biasanya hanya sebentar; dan dalam keadaan tersebut, saya ‘sadar’ bahwa saya sedang bermimpi. Lalu mengapa saya bicara soal mimpi?

Ini karena pada Rabu malam, saya bermimpi. Mimpi yang panjang sejak saya tertidur hingga terbangun kembali di pagi hari. Mimpi yang cukup aneh juga; a bit creepy but not scary (yet).

Dalam mimpi saya itu, saya menjadi diri saya sendiri, dan mengikuti kecemasan seluruh penduduk dunia yang (entah bagaimana) mengetahui bahwa kiamat akan terjadi esok hari. Jadi ketika bangun esok pagi, katanya dunia ini sudah hilang dari muka bumi; dan yang tinggal hanya hamparan pasir sejauh mata memandang. Seluruh media massa membahas mengenai hal ini (menampilkan tokoh-tokoh dunia dan spiritual, juga acara bincang-bincang dengan para ilmuwan). Tayangan-tayangan yang membangkitkan depresi ini diputar berulang kali.

Gurun
Ketika dunia cuma terdiri atas langit dan gurun. Matahari bersinar jauh lebih terang. Lebih panas.

Saya ingat, saya sempat menangis ketika membaca koran, dan menyadari bahwa hidup saya hanya tinggal hari ini saja. Dan bertanya-tanya, setelah kiamat esok pagi, lantas apa yang akan terjadi? Jika manusia mati, ke mana jiwanya akan pergi?

Jika jiwa kemudian menghuni surga atau neraka (atau sesuatu di antaranya?)—dan tubuh atau jasad mengurai pelan-pelan setelah ditinggalkan, mengapa konsep surga dan neraka digambarkan dengan hal-hal yangย  bersifat pemenuhan kebutuhan ragawi: buah-buahan segar, mata air yang jernih, bidadari dan bidadara yang cantik dan gagah?

Setelah menangis sebentar, saya meletakkan koran, dan mulai berpikir. Ini hari terakhir saya di bumi. Apakah saya akan meneleponnya? Mengirimkan SMS ke telepon genggamnya?

Phone booth
Telepon, enggak, telepon, enggak, telepon enggak, tapi kenapa pada hari terakhir saya di bumi yang saya pikirkan adalah kamu? It's so unhealthy!

Apa yang akan saya katakan? Masihkah kata-kata cinta berarti pada saat-saat seperti ini (bukankah sudah saya katakan padanya bahwa saya mencintainya), ataukah semua itu sudah tak penting lagi? Saya sudah tak bisa lagi menggapainya. Perjalanan menuju dirinya membutuhkan waktu lebih dari sekali putaran terbit-terbenam matahari di khatulistiwa.

Dan mimpi saya selanjutnya hanya dipenuhi kebimbangan tersebut, sembari berharap cemas menanti dunia macam apa yang tidak akan saya lihat esok pagi. Saya terbangun dengan kerongkongan luar biasa kering sehingga terasa sakit untuk menelan, mata yang perih dan terasa bengkak—persis seperti orang yang habis menangis, kemudian menyadari bahwa saya bermimpi.

Kamis malam, saya tidur nyenyak seperti biasa. Tidak bermimpi. Namun pagi harinya saya terbangun dengan sakit kepala hebat, meskipun tak kuasa untuk tidak beraktivitas seperti biasa. Apalagi mengingat kawan ‘seperjuangan’ saya juga sudah terkapar sakit selama 3 hari.

Jadilah saya memulai hari dengan kepala berdentam-dentam dan mata perih, leher pegal dan kaku, serta ngilu-ngilu di sana-sini. Pendingin ruangan pun saya matikan. Untung kawan-kawan di satu ruangan juga tengah tidak enak badan, sehingga udara yang hangat malah membuat kami merasa nyaman.

Pada kondisi menyedihkan inilah, saya kemudian terhibur dengan celoteh kawan lama saya. Si Joe.

Si Joe.
Foto dicuri dari fesbuk Joe, dengan asumsi yang bersangkutan tidak akan berkeberatan.

Orang gila yang bisa dibilang pengusaha, pegawai, penulis, musisi, seniman, penggemar kopi, peracik koktil, pecandu Pocky Banana, sampai penikmat dunia malam. Celotehannya membuat saya bisa tertawa-tawa sedikit (meski tidak membuat sakit kepala saya berkurang); tetapi setidaknya saya bisa bertahan melalui hari ini.

Di bawah ini beberapa potong celotehan gila di blog-nya yang berhasil membuat saya mesam-mesem sendiri:

Update: di apartemen gw baru masuk tv kabel (sedih bener, hampir dua tahun berdiri baru sekarang masuk tv kabel). Gw sudah lama gak nonton channel luar semenjak pindah dari kost Alpukat. Gw kangen nonton Animax, gw juga bisa nonton Gosip Girl, Dorama Korea — lo boleh ketawa karena cowo seseram gw sukanya nonton film cartoon dan drama seri, pake nangis lagi. Dan ini artinya berpotensi memperburuk insomnia gw. Crab…

Sebenarnya kalimat ini saya dapatkan dari status sepupu saya. Jumat kemarin kalimat serupa juga saya dapat di email, kira-kira begini bunyinya: ‘Saat kau SEDIH tak satupun yang menyadari kesedihanmu. Saat BAHAGIA tak satupun melihat senyumu.Tapi saat kau KENTUT,semua menoleh kepadamu. MENYEDIHKAN SEKALI…!!!

Dan ini adalah tips Joe untuk membangunkan orang yang sulit dibangunkan dari tidur:

Saya pernah minta tolong dibangunkan oleh teman saya. Setelah misscall 12X saya baru bangun. Komentar dia: ‘hampir mustahil membangunkan seorang cowo…’

Ok, mungkin hampir sama mustahilnya dengan istri yang gak suka belanja.

Tapi pagi ini sepertinya teman saya menemukan cara yang tepat untuk membangunkan saya. Malah tanpa perlu misscall berkali-kali, hanya cukup dengan satu sms. ‘Joe, jangan pernah sms, telp, sapa gw lagi ya..? Pertemanan kita hanya sampai di sini’

Kamu bisa coba cara teman saya ini untuk membangunkan pacarmu, temanmu, bahkan suamimu. Dijamin cara ini sangat ampuh untuk membangunkan mereka. Untuk yang sudah menikah atau pacaran, tambahkan juga kata-kata seperti ‘kita putus saja’ atau ‘aku minta cerai… Aku gak kuat lagi’ Dijamin pacar atau suamimu langsung bangun. Kalo mereka tidak bangun juga, itu artinya mereka memang mengharapkan kalimat tsb yang kamu berikan atau kamu sudah terlalu sering gunakan cara ini untuk membangunkan dia.

Sementara ini adalah penutup (spoiler) review Joe mengenai Black Cat di Arcadia Senayan sana:

Dengan suasana yang ‘nyaman’ karena remang-remang, tempat ini cocok bangat buat ngajak pacar sebelum ke Century Hotel. Harganya juga bisa buat naikin gengsi ke gebetan/pacar. Ranking B buat tempat ini, karena hanya bisa dikunjungi saat tanggal muda.

Atau pengalaman seramnya di dokter gigi yang membuat saya mengerti mengapa ia lebih suka nongkrong di Starbucks daripada pergi ke dokter gigi (ya, iyalah!):

Dentist
Saya sendiri sudah lebih dari 5 tahun tidak pernah berkunjung ke dokter gigi; untungnya saya tidak pernah sakit gigi atau memerlukan kunjungan ke dokter gigi selama kurun waktu tersebut.

scene #3
Lebih banyak alat yang masuk ke dalam mulut saya, dengan empat tangan perawat dan dua tangan dokter. Ok, perkosa saja mulut saya.
DG: Mulutnya buka yang lebih lebar
Joe: *Kentang! Rahang gw sudah keram dari tadi dan bentar lagi gantian otak gw!!!*
DG: kasih tahu ya kalo ngilu
Joe: rla….rlo…grala..glaaa….. *mulut penuh air*
DG: ok, kasih tanda tangan aja
DG: wah keknya syarafnya harus diamputasi nih…. Loh?! lho?!! Hei?! Heii???
Joe: *pingsan dengan mulut berbusa*

Atau pengalamannya menukar hadiah makan malam Valentine dengan membuatkan SIM untuk sang mantan pacar:

Saat pacaran, pengalaman pertama valentine lebih aneh lagi. Dihabiskan di Samsat Bogor, bikin SIM pacar. Ini bisa jadi salah-satu hadiah buat cewe. Sedikit tips dari saya, kalo kamu belum bisa berikan STNK mobil atas nama dia, berikan SIM baru atas nama dia!

MantanPacar: say, makasih ya sudah dibuatkan SIM *dengan manja*
saya: ehm….
MP: jadi sekarang gak takut lagi bawah mobil kamu
saya: hm… (kok saya merasa telah membuat keputusan yang salah ya?)
MP: jadi kita makan di mana nih nanti malam?
saya: errr…
MP: kamu tahu kan cafe yang kemarin kita lewati?
saya: errr….
MP: keknya bagus tuh. Romantis. Dinner di sana aja ya, say?
saya: errrr………
MP: say?
saya: errrrrr………….
say??
saya: yang, kita makan di kedai dekat kostmu aja ya? Biaya SIMmu 200ribu. Yang? Yang? Kok diem?? Yang……??

Ternyata memang tetap harus pakai makan malam. Akhirnya berhasil juga dinner di cafe tersebut setelah seminggu penuh saya didiamkan….

Joe gila! Tapi terima kasih karena sudah membuat saya bertahan melewati hari ini dengan celotehan anehmu itu! ๐Ÿ™‚

hanny

33 Responses

  1. kalo ada hal-hal yang pengen dikeluarin tapi setengah mati ditahan, naahh biasanya suka kelepasan gitu pas muncul. mimpi, salah satunya.

    so, if you’re missing someone, maybe it’s better to let him know. call him. before the time is up, just like you’re afraid of ๐Ÿ™‚

    1. ๐Ÿ˜€ ah, mbak dos. *membayangkan girl talk antara @hanny, @cK, @silly, @venus dan @mbakdos* hiiiiyyyy hihihi curhat 24 jam ๐Ÿ˜€

  2. jadi inget, dulu pernah ada survey dengan pertanyaan, “apa yang akan anda lakukan hari ini apabila anda tau bahwa besok anda akan meninggal?”

    apa ya…?

  3. iya, han. semua yg ditahan-tahan tu ga baik. akibatnya jadi kebawa mimpi, sakit kepala hebat, dan ketawa heboh krn hal-hal yg ga penting. ๐Ÿ™‚

  4. telpon ngak..telpon nggak… duh… klo saya suka membisu klo nelpon si dia… sukanya chtngan ato sms2an.. bsa lebih mesra..bsa lebih seru ketawa-ketiwi.. ๐Ÿ™‚

  5. Ah senangnya kalo gw bisa membantu mengurangi kesedihanmu, kawan. Sayang sekali saat ini gw sedang dalam masalah…

    Mungkin kalo gw gak sedang dalam masalah , gw akan mengomentari pemilihan kata ‘celoteh’ mu itu, atau mengoreksi kalimat,
    [quote=”beradadisini”]Orang gila yang bisa dibilang [s]pengusaha[/s], pegawai, penulis, musisi, [s]seniman[/s], penggemar kopi, [s]peracik koktil[/s], pecandu Pocky Banana, [s]sampai penikmat dunia malam[/s][i]ini yg paling gak bener![/i][/quote]

    Oops… kok gw jadi mengomentari??!

    Ya mungkin benar bahwa puncak dari sebuah tragedi adalah sebuah komedi. Jadi tertawa saja, bahkan kalo seandainya kamu menghilangkan mobil kantor dan terancam masuk bui (culong); atau seandainya besok benar-benar kiamat dan gak ada internet buat ngeblog.

    Justru buat gw kiamat itu saat… dunia kehilangan gadis-gadis cantik, karena sungguh lucu membayangkan gw belajar mencintai cowo.

    1. @joe: ***t, memang menyedihkan kehilangan mobil lo itu, joe! ๐Ÿ™ turut berduka. semoga cepet ketemu dan nggak keluar lebih banyak duit buat ngurusin dengan aparat berwenang ๐Ÿ˜ lo belajar mencintai cowok? mungkin bisa latihan dulu sama ben ๐Ÿ˜€

      1. Iya Han, malah lebih tepatnya ironis. Gw keluar-masuk kampung, keluar uang jutaan rupiah, tidur hanya beberapa jam sehari, hanya demi mencari seo laki-laki gendut! Bayangkan, MENCARI LAKI-LAKI GENDUUT?!! Seharusnya dengan greget seperti itu gw sudah dapatkan Sandra Dewi…

        Err honest gw malas berhubungan dengan sso yang sudah beristri. Karena ribut dengan wanita yg kehilangan suami sama saja seperti gali lubang kubur sendiri. Jadi Ben sudah gw coret.

        *Disclaimer: semua comment gw di atas hanya untuk tujuan menghibur. Jadi tolong jangan sms/telp gw dengan tujuan yg aneh-aneh*

        ===== lo tuh lagi stress kok komennya tetep bisa bikin gue ngakak sih joe ๐Ÿ˜€ =====

  6. errrr.. beberapa hari yang lalu saya juga mengalami mimpi yang aneh dan errrr… masih jelas di benak saya jalan ceritanya sampai sekarang… ๐Ÿ˜ฅ

  7. akhir-akhir ini kok ada cerita aneh-aneh tentang mimpi ya, mbak..
    baru aja kemaren saya juga dicritain temen yang mimpiin saya..
    sereeeeemm ๐Ÿ™

    moga-moga kalo mimpinya bagus, jadi beneran..
    kalo mimpinya ga bagus, anggep lalu ๐Ÿ˜€

    *menghibur diri

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Screenshot 2022-12-08 at 12.43.17
This year, I learned to accept the days when I don't feel motivated, tired, or a bit grumpy. I learned to allow myself to sit with this feeling instead of feeling guilty about it and forcing myself to be productive, socialize, or just get things done.
Photo by Georgia de Lotz on Unsplash
In the end, self-care is not always about doing the things that make us feel good or give us instant gratification. It's also about doing the RIGHT thing: something that is good for us in the long runโ€”even if it may feel hard at times.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer and an artist/illustrator based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting lifeโ€”one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE STUDIO