Suatu hari nanti,
jika saatnya tiba,
kamu akan mengerti mengapa saya memilih untuk tidak mengantar kepergianmu hari itu.

Tentang mengapa berat rasanya bagi saya untuk berdiri di sisi lain pintu-pintu kaca itu, mengawasi punggungmu yang kian menjauh, dan menyadari bahwa saya akan semakin kehilangan sosokmu yang tidak pernah menjadi milik saya.

Tentang mengapa sulit rasanya bagi saya untuk melihat kalian berpelukan dan berciuman untuk yang terakhir kali, ketika air mata membutakan pandangan kalian berdua, dan saya melihat betapa enggan kalian berpisah satu sama lain; sementara saya hanya bisa mengantarmu dengan senyuman.

Air mata itu tidak pernah menjadi milik saya, sehingga tak patut saya menumpahkannya pada kepergianmu yang selalu terkesan tiba-tiba. Dan senyuman itu merupakan sebuah ironi yang terlalu jelas menyatakan bahwa kita memang tidak pernah lebih dari sekedar teman.

Tetapi begitulah saya ingin kamu mengenang semua hal tentang saya: saya yang tersenyum…

Karena hanya senyuman yang bisa saya berikan ketika pada sebuah masa depan yang jauh,
kamulah yang berdiri di sisi lain pintu-pintu kaca itu,
melepas kepergian saya.

Dan saat itulah, kamu akan benar-benar mengerti mengapa saya memilih untuk tidak mengantar kepergianmu hari itu.

IMG. http://www.photo.net/photo/pcd0510/stockholm-airport-hopskotch-102.4.jpg

hanny

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

cup edited - polarr
Do you often find yourself feeling guilty about taking some time to rest? "We all need rest, not because it makes us more productive at our jobs, but because it makes us happier, healthier, more well-rounded people," wrote Homan.
lia-stepanova-VAqHDioGBIs-unsplash
While most of us think of the past as something that happens behind us and the future lies ahead of us, for the Aymara people, it's the other way around. The Aymara people see the past as something that lies ahead of us, and the future as something that lies behind us.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I'm a published writer and a writing/creative workshop facilitator based in Amsterdam, the Netherlands. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
WRITE & WANDER
THE JOURNALING CLUB