Umumnya, setiap orang di dunia ini akan mencari sesuatu yang lebih baik dan berusaha mendapatkan yang lebih baik. Tapi masalahnya, apa sih yang bisa dikatakan sebagai ‘lebih baik’ itu?

Let’s say, seorang cowok mutusin ceweknya dengan alasan dia ingin mendapatkan cewek yang lebih baik. Kata “lebih baik” di sini bisa diartikan lebih cantik. Lebih muda. Lebih seksi. Atau, bisa jadi … “lebih baik” yang dimaksud adalah better traits and personality. Atau lebih baik di sini menjelma dalam seorang cewek yang lebih pengertian. Banyak, sih… sehingga kalau dipikir-pikir, ketika kita mengharapkan sesuatu jadi “lebih baik”, sebenernya we don’t even scratch the surface.

Coz what is the exact definition of “better”?

I’ve just got such an interesting offer… dan sekarang saya nggak tau mesti berbuat apa. Some of my friends bilang saya bodoh banget karena nggak langsung mengambil tawaran “yang lebih baik” itu. Tapi… gimana, dong? I love this office. Udah saya anggap my second home. And I feel so damn comfortable with it. I love every little things about the office.

Bahwa tiap hari saya bisa pulang-pergi ngantor bareng lil-Q dan kita bisa nyanyi di taksi (nyari suara dua lagu “we could be in love”). Ngerekam suara di voice recorder handphone. Ketawa-ketawa sampe sakit perut. Bahwa kita bisa cabut makan siang bareng anak-anak dan jalan ke UHAMKA atau BU VES sambil ngeledekin Chris yang selalu aja diikutin tukang es WALLS. Belum lagi kenyataan bahwa di sini, kita bisa teriak-teriak, ngeledekin orang, ketawa-ketawa, jerit-jerit, beranjing-anjing ria (hehehe). Buat saya it’s such a privilege yang kemungkinan besar nggak akan bisa saya temuin lagi di tempat lain.

So, then again, what is the exact definition of better?

Saya masih nggak tau juga. Makin lama dipikirin makin pusing. Jadi dilema. Cuma, menurut saya sih, ketika saya ditanya “what is the exact definition of better”, saya akan jawab:

There’s no such thing as “better”.

Nothing is better than something else. Nggak ada satu hal pun yang “lebih baik” dari yang lain. We’re not looking for a perfect something. Cos perfection is extremely boring (percaya, deh).

“Di sini” nggak pernah bisa lebih baik dari “di sana”.

If only I could be in 2 places at one time, mungkin masalahnya bisa selesai (pemikiran bodoh dari orang yang lagi bingung… lihat aja, kalimatnya pun dimulai dengan kata “if”).

Anyway, saya pikir, even if I finally left (sometime, somehow), my heart will always be here. Bakal ada saatnya saya ketawa-ketawa sendiri kalo denger orang bilang “anjing” atau “asu”. Ada saatnya saya bakal nyengir lebar kalo denger musik tukang es walls. Senyum-senyum sendiri kalo liat ban orang pecah di pinggir jalan. Atau ngerasa kangen tiba-tiba kalo suatu waktu saya lagi ngantri beli jus buah atau ayam bakar.

In that case, menurut saya, kalaupun one day saya bener-bener pergi, I have brought a part of this office with me. The sounds. The laughter. The faces. The memories…

Therefore, di manapun saya berada, this office will always be nearby.

hanny

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Photo by Georgia de Lotz on Unsplash
In the end, self-care is not always about doing the things that make us feel good or give us instant gratification. It's also about doing the RIGHT thing: something that is good for us in the long run—even if it may feel hard at times.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer and an artist/illustrator based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE STUDIO