:: satu hari lagi!

Akhirnya, ia kembali ke sini. Dengan autistic mode, on. Melarikan diri dari keramaian, mengasingkan diri dari kerumunan, menikmati kesepian. Bermain-main dengan kesendirian. Dan segala sesuatunya seperti berkolaborasi untuk memberikan satu sudut tenang baginya; hanya untuk duduk dan bekerja dalam diam. Terkadang ditemani satu sesi ceria MIKA atau denting piano Yiruma. Memasang earphone. Memagari diri dari…

Read More

:: 22:00

Secangkir kopi, lagi. Cangkir ketiga untuk hari ini. Mungkin ia hanya ingin terjun bebas untuk tenggelam dalam kenangan-kenangan itu lagi. Karena rasa pahit yang menemaninya selama tahun-tahun belakangan ini telah terasa begitu dekat; seperti seorang sahabat. Atau mungkin ia hanya ingin membuktikan pada lelaki itu bahwa kafein tak lagi bisa membuatnya terjaga. [I miss us…]…

Read More

:: welcome. goodbye. stay.

Malam itu, seorang sahabatnya pulang. Ia masih terdampar di kantornya saat itu, menjelang pukul sepuluh; menunggui percakapan yang berlangsung sejak senja dan semakin ramai tatkala diperciki sebotol wine yang tiba-tiba muncul dari bawah laci meja. Suara itu menyapanya dari sebuah kedai kecil di kota sebelah, 60 kilometer jauhnya: “Saya pulang. Bisa ketemuan, nggak?” Ia urung…

Read More