Alain de Botton, 2006 | 240 pages

Ada sesuatu yang luar biasa manusiawi dari On Love. [SPOILER ALERT:] The book tells a journey of falling in and out of love. Dan begitulah yang terjadi di dunia nyata, pada jutaan kisah cinta tiap manusia di dunia. Buku ini merangkum perjalanan itu dengan manis sekaligus getir. Kita bisa membacanya dan mengenali pola-pola manis-getir itu dalam hubungan yang sedang atau pernah dijalani. Kemudian, de Botton membuat kita berpikir. Mencerna rasa pelan-pelan. Mencoba mengerti mengapa kita jatuh cinta.

Dengan gaya bertutur yang santai dan lugas, de Botton mengaitkan masalah rasa dan debar-debar cinta dengan teori probabilitas, beragam cabang filsafat, sampai psikoanalisis. Karakter-karakter yang punya ‘cacat’ masing-masing juga ditampilkan dengan sangat jujur dan apa adanya. Salah satu adegan yang saya sukai adalah penggambaran ketika si tokoh lelaki dan perempuan makan malam di sebuah restoran, dan si tokoh lelaki—melihat sebongkah marshmallow, berpikir:

Love was a sugary, puffy object a few millimeters in diameter that melts deliciously in the mouth.

Membaca On Love seperti tengah mendengarkan kisah cinta seorang kawan lama. Kita tidak menghakimi. Tidak bertanya mengapa. Tidak mendesak. Tidak berekspektasi. Kita hanya duduk di sana, diam, dan mendengarkan. Menunggu. Membuat kita lebih mengerti bahwa sesungguhnya, kita sendirilah yang menentukan kapan cinta itu datang dan kapan cinta itu pergi.

hanny

One Response

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?
Share on whatsapp
Share on email
Share on twitter
Share on pinterest
Share on facebook
Share on linkedin

READ MORE:

dmitry-novikov-WUZHoRJdv-4-unsplash
I recently have this fear: I would not have enough time to read all the books I want to read. Every time I glance at the pile of to-be-read books on my shelf, I feel overwhelmed. How can I keep up? I can feel myself getting anxious when I think of how, for sure, I won't be able to.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I'm a published writer and a writing/creative workshop facilitator based in Amsterdam, the Netherlands. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
WRITE & WANDER
THE JOURNALING CLUB