Nada.

Dia adalah nada-nada dalam hidupku. Kadang kuat, kadang samar. Tapi pada setiap langkah yang tersesat, aku selalu bisa mendengar nada-nada itu, bahkan dengan mata terpejam. Seperti pasir yang basah, seperti ombak, air dingin yang merendam mata kakiku dan dermaga yang hangat; nada-nada itu menyelimutiku seperti matahari, lautan, dan lengkingan burung-burung pantai di musim panas.

@beradadisini for Lelakiku

Belakangan aku tahu, namamu berarti nada-nada, irama, musik. Begitulah aku akan mengingatmu.

Kamu seperti nada-nada yang diterbangkan angin dari tempat yang sangat jauh. Aku menangkap nada-nada itu ketika sunyi jatuh. Seperti sihir. Aku memejamkan mataku dan mereguk suara-suara yang mengelilingi kepalaku, melingkupi hatiku, merambati jari-jemariku. Seperti Freddie dalam adegan-adegan awal August Rush, aku mendengar musik pada setiap degup jantung, denting sendok dan piring, hela napas, angin, rintik hujan, dekuk burung hantu.

Ada sesuatu dalam nada-nada itu yang membuatku ringan. Aku tidak berjalan, aku melayang.

Kuikuti nada-nada itu (tidak mudah, karena terkadang nada-nada itu memelan dan menghilang ketika suara-suara lain menelan), lalu…

aku menemukanmu.

Tetapi kamu tidak sedang menyanyi. Kamu sedang berdoa. Sesungguhnya, kamu sedang memanggilku.

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.