Roopa Farooki, 2009 | 352 halaman

My name is Yasmin Murphy, and I don’t remember very much about the morning that my mum died, which is odd, as normally I remember everything. (The Way Things Look to Me)

Saya sudah membaca beberapa novel mengenai autisme, termasuk The Curious Incidents of The Dog in The Night Time dan The Boy Who Ate Stars. Tetapi The Way Things Look to Me-nya Roopa Farooki adalah novel yang paling menyentuh untuk saya.

The Way Things Look to Me berkisah mengenai dunia dari sudut pandang gadis berusia 19 tahun bernama Yasmin. Autisme (dalam hal ini Asperger’s Syndrome) membuat hidup yang mestinya sederhana menjadi rumit untuk seorang Yasmin. Benaknya yang sibuk menyerap informasi seperti spons menyerap air. Ia berkutat mengenai mana informasi yang penting untuknya dan mana informasi yang penting bagi ‘orang kebanyakan’. Ia ingin dipeluk dan merasa hangat, tetapi pelukan malah membuatnya panik.

Yang paling menarik dari The Way Things Look to Me adalah kenyataan bahwa dunia bukan hanya dikisahkan dari sudut pandang Yasmin saja. Tetapi juga dari Asif–kakak lelaki Yasmin yang ‘terlalu baik-baik’ dan Lila, kakak perempuan Yasmin yang sinis memandang kehidupan. Hidup bersama seorang adik yang autis ternyata punya dampak luar biasa terhadap perkembangan jiwa Asif dan Lila. Hingga dewasa, keduanya masih saja berkutat dengan rasa cinta dan benci terhadap Yasmin, yang sudah mengakar sejak mereka masih sangat kecil. Belum lagi, Asif dan Lila masih harus berbagi tanggungan: akan hidup mereka sendiri (yang bermasalah) dan kehidupan Yasmin.

Mengikuti perjalanan ketiga jiwa yang tersesat ini mencari kebahagiaan mereka masing-masing adalah perjalanan yang penuh dengan emosi. Bukan jenis emosi yang meledak-ledak, tapi emosi yang menyelinap diam-diam, sehingga saya bahkan tak sadar kapan tepatnya saya mulai menangis.

hanny

6 Responses

  1. Woa..this sounds interesting. Thx for the review. *Jadi, pengen segera ngacir ke toko buku.. ;))
    Btw, aku suka banget cover The Curious Incidents of The Dog in The Night Time, baik yg versi Inggris maupun Indonesia.

    1. aku belum baca yang versi Indonesia-nya 😀 terjemahannya bagus, ya? aku suka sih kalo terjemahannya bagus, kalo terjemahannya aneh kadang suka ganggu ya 😀

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Photo by Georgia de Lotz on Unsplash
In the end, self-care is not always about doing the things that make us feel good or give us instant gratification. It's also about doing the RIGHT thing: something that is good for us in the long run—even if it may feel hard at times.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer and an artist/illustrator based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE STUDIO