Berhubung ini akhir minggu, dan siapa tahu ada yang mau jalan-jalan; kalau kamu akan bertandang ke Yogyakarta akhir minggu ini, saya akan menyarankan kamu untuk mencoba dua makanan berikut ini: gudeg mercon, dan nasi langgi Bu Chandra. Memang butuh agak perjuangan mendapatkan keduanya. Untuk gudeg mercon kamu mesti rela begadang hingga pukul 2 pagi, untuk nasi langgi kamu harus sampai di sana pukul 8 pagi supaya tidak kehabisan.

1. GUDEG MERCON

Perjuangan mendapatkan gudeg mercon yang katanya enak dan luar biasa pedas itu memang luar biasa. Warung gudeg ini baru buka sekitar pukul setengah dua pagi. Ya, benar. Pukul setengah dua pagi.

Dijajakan oleh seorang ibu dari balik meja penuh baskom-baskom, kita bisa memilih mau diisi dengan apa saja nasi gudeg kita: sate, suwiran ayam, telur… semua ada. Dan tentunya, mau dikasih mercon atau tidak, alias bumbu campuran tempe dan cabe dan kerecek yang PEDAS nian.

Bikin keringetan, pastinya, tapi pasti jadi pengalaman seru buat pecinta masakan pedas! (Mohon dimaklumi kalau fotonya jelek, kombinasi lapar dan ngantuk sangat memang nggak mendukung, hehehe)

2. NASI LANGGI BU CHANDRA

Kalau untuk yang satu ini, sambangilah toko kecil Bu Chandra pagi-pagi, sekitar pukul tujuh hingga setengah delapan. Kita juga bisa memilih isi nasi langgi: telur, empal, ayam… wah, macam-macam!

Nasi langginya enak banget, rasanya gurih, dan semua lauk-pauknya empuk. Sambelnya pas pedas, manis dan asin. Terus ada juga keripik cabe-nya yang bikin rasa nasi langgi ini makin sulit dilupakan 😀

*nulisnya aja bikin pingin balik lagi dan pesan gudeg mercon dan nasi langgi, yang memperkenalkan saya pada kedua makanan ini tolong tanggung jawab!* T_T

Selamat jalan-jalan dan makan-makan! 😀

hanny

9 Responses

  1. kalau di jakarta saya paling suka gudeg adem ayem hehehe dulu sih kreceknya juga puedesss buanget. Tapi terakhir kemarin beli perasaan ngga sepedes dulu ya 🙂

  2. ugh…nasi langginya bener-bener bikin ngiler. :drooling:
    lupakan gudeg mercon. bangun pagi2 buta hanya untuk menikmati makanan yang menyiksa? enggak lah 😆

    1. loh kata siapa bangun? justru tetap terjaga hingga pagi-pagi buta hihihihi kalo tidur dulu sih emang biasanya udah lewat ga mau bangun lagi 😀 jadi harus bela-belain ga bobo 😀

  3. I can definitely vouch for Nasi Langgi Chandra. Yummylicious to the max. But they close by 9am so go there early, unlike me who was sent there late and had none the first day *ahem*

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Unsplash
We tend to shape our memories of them based on the limited time we spend with them—and our memories of them, over time, will be replaced with one single word, one single interaction, or one single feeling.
Beradadisini Love Letter to Self
I took up a personal journaling project this week: writing a love letter to myself before bed. I work on a thin A6-size handmade paper journal I got from a paper artist, Els. The journal is thin and small enough, so it doesn't overwhelm me. It feels like I am only going to work on a small project.
annie-spratt-YF8NTmQyhdg-unsplash
Standing up for yourself does not have to look aggressive. It does not have to feel like a fight. It's not always about convincing others or explaining yourself and your decisions with the hope that everyone else understands or accepts your choice.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer/artist/illustrator and stationery web shop owner (Cafe Analog) based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE STUDIO