Sudah malam. Hampir pukul sembilan; padahal mereka telah duduk-duduk di sini sejak pukul setengah empat sore. Lelaki itu akan meneruskan perjalanan lagi untuk bertemu dengan kawan-kawannya, pukul sepuluh, di tempat lain. Ia mengajak si perempuan turut serta; tetapi perempuan itu menguap lebar.

Lelaki itu tertawa. Ya sudah, saya antar kamu pulang…

Paper

Keduanya berjalan bersisian menuju tempat parkir. Di dalam mobil si lelaki, mereka duduk bersebelahan. Ketika lelaki itu menyalakan tape, si perempuan mendengar sebuah lagu yang entah mengapa langsung merebut hatinya. Maka bertanyalah ia kepada si lelaki, Ini lagu apa, ya?

Night Walk-nya Belle&Sebastian, jawab lelaki itu sambil tersenyum. Kamu suka?

Perempuan itu mengangguk (sedikit terlalu bersemangat).

One of my favorite songs, kata lelaki itu. Kemudian ia berbisik ke telinga si perempuan, because it reminds me of us.

hanny

17 Responses

  1. Hm… *sambil meratiin jalan, siapa tahu mobil gw atau mobil yg ditumpangi Hanny lewat*

    stop mobil joe, todong buku-buku amazon-nya

  2. dan perempuan itu kembali dalam perjalanan. berlindung di balik jendela-jendela. aman. nyaman. entah apa lagi yang dilihatnya di sisi-sisi jalan malam ini…

  3. pantas malam itu bola matamu seperti manik-manik yang berpendar terang 😀

    bola mataku hanya memancarkan apa yang kulihat di bola matamu, ndor (cihuuuyyyyy)

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Legs and Apples
Do it because it’s fun. Because it brings you joy; because it’s meaningful to you. Do it because it gives you simple tiny pleasures. Do it because it makes you smile.
The view from De Klok
I took another digital detox this weekend—I limited myself to a 5-minute screen time on Saturday and Sunday to quickly check my business account. I closed my social media account for the rest of the days.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer/artist/illustrator and stationery web shop owner (Cafe Analog) based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE SHOP