“Bukan berbohong, hanya tidak mengatakan yang sebenarnya,” kata teman saya.

Yah, menurut saya tidak mengatakan yang sebenarnya itu sama saja dengan berbohong. (Biarlah untuk sementara kata ‘berbohong’ digeneralisasi). Jadi, mengapa, meski kita tahu bahwa berkata jujur itu baik, setiap hari kita (masih saja memilih) untuk berbohong?

Berkata ya padahal tidak. Berkata baik-baik saja padahal tidak. Berkata setuju padahal tidak. Berkata bagus padahal tidak. Berkata suka padahal tidak.

Ya, mengapa kita (memilih) untuk berbohong?

Menurut kawan-kawan saya, ada beberapa alasan. Karena tidak mau menyakiti perasaan orang lain. Karena terpaksa. Karena tidak mau menyusahkan orang lain. Karena ingin membahagiakan orang lain. Karena itu pilihan yang terbaik. Karena dengan berbohong masalahnya akan lebih cepat selesai. Karena kejujuran itu akan membuat segalanya berantakan dan hanya memperumit keadaan. Dan masih banyak segala macam ‘karena’ lainnya yang tak ada habis-habisnya.

“Kadang cinta adalah embun,” katamu. “Ia bisa hinggap di rumput, daun dan mengembuskan kesejukan. Tetapi selepas pagi, ia mengering–lalu lenyap.” (Empat Sajak untuk K.H oleh Wendoko, 100 Puisi Terbaik Indonesia 2008, Anugerah Sastra Pena Kencana)

Tetapi saya pikir, kita terkadang atau seringkali (memilih) untuk berbohong karena kita sebenarnya sungguh-sungguh ingin mempercayai kebohongan itu. Karena kebohongan itu terdengar menyenangkan dan bisa membuat bibir menyunggingkan senyuman. (Dan entah siapa itu yang berkata bahwa kebohongan yang diucapkan berulang-ulang akan menjadi kenyataan)

Lalu, bagaimana dengan Anda? Mengapa Anda (memilih) untuk berbohong?

hanny

52 Responses

  1. biasanya berbohong supaya yang dibohongi itu tidak cemas, atau supaya semuanya terlihat baik-baik saja. kadang kejujuran itu lebih menyakitkan dari kebohongan. itu kata temenku.. 😛

    dan entah kenapa banyak dari kita yang lebih suka dibohongi ketimbang diberikan kejujuran. tanya kenapa?

  2. Kalo menurut saya berbohong itu lebih karena tidak mau menyusahkan diri sendiri. Atau dengan kata lain tidak mau menghadapi masalah yang mungkin timbul jika jujur saja.

    Padahal dengan berbohong maka telah menumpuk masalah.

  3. themes baru-nya sempit :p

    berbohong? mungkin karena kadang kita merasa kita cukup kuat dalam menghadapi kehidupan ini, dan kadang ktia merasa kita tidak perlu merepotkan orang lain dengan masalah yang kita hadapi

  4. Berbohong karena menjaga perasaan.

    Walah padahal kalau gue bohong pasti ketahuan dari muka. Temen temen pada tau kalau gue bohong …

    Ada buku manual berbohong dengan baik dan benar ???

  5. Mengapa berbohong? Karena ingin menipu diri sendiri. Menciptakan dunia baru dari kebohongan dan kebohongan. Indah memang hidup di dunia penuh dengan kebohongan. Meskipun indah, tetap saja itu… bohong. *doh! Komen apa sih ini?*

  6. Gue justru lebih suka tidak mengatakan yg sebenarnya ketimbang berbohong. Misalnya mengatakan hal yg laen yg tidak berhubungan dgn pertanyaan kalo misalkan jwban yg jujur bakal merugikan entah kita atau org laen. But maybe it’s just me 🙂

  7. kalo gitu perlu ditanamin slogan “jujur adalah mata uang yang berlaku dimana saja dan apapun zamannya” jadi kalo gak jujur gak punya duit??? klo gak punya duit mo makan bayarnya pake apa? hue…he…wekekekek

  8. bohong itu seperti candu, sekali berbohong dan berhasil, maka akan menimbulkan keinginan untuk berbohong lagi dan lagi

    maka waspadalah…waspadalah….!!!
    bohong terjadi bukan hanya karena adanya niat dari pelaku, tapi juga karena adanya kesempatan, waspadalah…waspadalah….!!!!

  9. seorang teman,
    pernah berkata pada saya,
    dhie, kebohongan itu ada dua,
    bohong hitam,…
    dan bohong putih…
    kemana arah bohongmu yang menentukan salah satu dari kedua pilihan tadi,…
    hmm, bohong hitam, untuk menutupi keburukanmu,
    bohong putih, untuk menjadikan seseorang menjadi baik,
    its up to you now…
    🙂

  10. yang bisa buat gue bohong: kalo bener2 dah gak ada jalan buat self defense lagi setelah mati2an berjuang
    +teuteup, self defense nih. jangan2 ini juga bo’ong.hwehe8+
    salam kenal, i’m new comers…
    great blog…

  11. balance!
    ada jujur dan ada bohong..

    klo stp orng semua jujur tidak adanya kesinambungan hidup?*

    kita (manusia) hanya ( selalu ) mencari “pembenaran” saja..

    klo kenapa? maka karena ..ini.. dan itu…

    mooonnncelll hihihihi jadi ini sebabnya kamu meng-SMS tadi? wakakakakak. gimana, udah daftar??? udah launching belom? ;p

  12. terima kasih sudah mampir ke blog aku ya…
    Sebenarnya sih aku tidak suka berbohong…apalagi ngajarin anak-anak untuk berbohong, tapi seringkali keadaan memaksa untuk memberi contoh berbohong…biasanya urusannya sama perasaan orang lain. Uaduh…lah iya…kejujuran kadang-kadang menyakitkan hati orang lain je!

  13. jadi ingat kata temen ku ketika aku mengatakan bahwa dengan begitu dia melakukan kebohongan yang disengaja.. namun dia menjawa “bukan berbohong, tapi mengolah informasi” mmm

  14. Menurut mbah Wiki

    Bohong adalah pernyataan yang salah dibuat oleh seseorang dengan tujuan pendengar percaya.

    Kayaknya sih sepahit apa tetep enakan jujur. Apalg kalo kaitannya cuma hubungan interpersonal.
    Tapi ada juga lho “menutupi kebenaran dengan kebenaran lainnya” ini termasuk berbohong ngga?

  15. Seringkali org lebih memilih dibohongi, karena hatinya belum ikhlas untuk menerima kejujuran. Banyak, bahkan merasa lebih nyaman hidup dengan harapan yang ditawarkan dari sebuah janji bohong.

  16. aku terkadang berbohong.. karena tiap mau berkata jujur ada beban yang mengganjal dalam hati untuk tidak menyakiti perasaan orang lain.. tapi tahukah akibatnya?? karena berbohong beban yang ada di hati akan semakin bertambah berlipat2 karena rasa bersalah….. dan parahnya dari satu kebohongan akan muncul kebohongan-kebohongan berikutnya.. sekedar share bwt teman2.. emang lebih baik jujur.. but its’uptoyou..

  17. Klo bohong demi kebaikan gimana hayoo.. Pada saat posisi kita terancam gimana? Masihkah kita berani untuk berkata jujur. Jujur, tidak. karna gue cuma manusia biasa 🙂

  18. yah…saya sih seringnya dibohongin…padahal saya kayaknya selalu jujur deh…katanya kalo mau orang jujur ke kita kita harus jujur….eh…saya udah jujur…malah dibohongin…huhuhuhuhuhuhu

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

Screenshot 2022-12-08 at 12.43.17
This year, I learned to accept the days when I don't feel motivated, tired, or a bit grumpy. I learned to allow myself to sit with this feeling instead of feeling guilty about it and forcing myself to be productive, socialize, or just get things done.
Photo by Georgia de Lotz on Unsplash
In the end, self-care is not always about doing the things that make us feel good or give us instant gratification. It's also about doing the RIGHT thing: something that is good for us in the long run—even if it may feel hard at times.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I am an Indonesian writer and an artist/illustrator based in Amsterdam, the Netherlands. I love facilitating writing/creative workshops and retreats, especially when they are tied to self-exploration and self-expression. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting life—one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
VISIT THE STUDIO