Semoga dia tidak berkeberatan–dan tidak menganggap ini sebagai sebentuk ‘pelanggaran hak cipta’.

Hanya saja, buat saya, komentar yang satu ini terlalu indah untuk tersembunyi dalam sebuah link kecil bertuliskan comment. Dia harus mengada di sini. Satu komentar pendek tentang ini pada suatu hari yang gerimis, yang membuat saya kehilangan kata-kata.

Komentar indah ini milik dia, seorang teman dan penulis berbakat πŸ™‚

Ya, aku mencintai sebuah perjalanan. Aku menikmati setiap langkah ketika berjalan pelan-pelan. Ruang dan waktu bergerak sangat pelan; melodramatis yang membuat senja lambat terbenam. Ketika segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kuinginkan, aku ingin berlari… Berlari dan berlari. Ruang dan waktu berkelebat hanya untuk menyaksikan aku yang bergeming mengacuhkan mereka.

Ketika aku sampai, kamu bertanya, “Bagaimana kamu sampai ke sini?”

Aku akan tersenyum. Tak soal. Aku sudah menemukanmu…

Setuju kan, kalau saya katakan komentar ini terlalu indah untuk tidak dipajang di sini? πŸ™‚

hanny

6 Responses

  1. wartawan olahraga yang romantis
    tak hanya piawai dalam mengupas tentang sepak bola saja ya ternyata beliau itu
    πŸ˜‰

  2. wess..komennya kok melodramatis sekali, membuat jantung berhenti berdetak dan seakan-akan hanya terdengar desau napas kita saja πŸ™‚

  3. hawe — ma’acihhh heheheh selamat nonton JiFFest!

    andri — iya, benar banget. ternyata sesuatu yang sunyi itu indah πŸ™‚

If you made it this, far, please say 'hi'. It really means a lot to me! :)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WANT TO SHARE WITH SOMEONE WHO NEED THIS?

READ MORE:

cup edited - polarr
Do you often find yourself feeling guilty about taking some time to rest? "We all need rest, not because it makes us more productive at our jobs, but because it makes us happier, healthier, more well-rounded people," wrote Homan.
lia-stepanova-VAqHDioGBIs-unsplash
While most of us think of the past as something that happens behind us and the future lies ahead of us, for the Aymara people, it's the other way around. The Aymara people see the past as something that lies ahead of us, and the future as something that lies behind us.
Hanny illustrator
Hi. I'm HANNY
I'm a published writer and a writing/creative workshop facilitator based in Amsterdam, the Netherlands. In Indonesian, 'beradadisini' means being here. So, here I am, documenting lifeβ€”one word at a time.

hanny

TAKE WHAT YOU NEED
WRITE & WANDER
THE JOURNALING CLUB