A Secretly Sad Story.

When he told me that he’s going to tell me a very sad story, I said: bring it on. Here you go, he said. It’s a story about something you’ve left behind… *** They met in

Read More

The Road.

Di sini, kita harus berhenti. Sedikit hati-hati. Menunggu waktu yang tepat untuk menyeberang. Ada sesuatu yang tengah kita tuju di depan. Mungkin sekarang segalanya nampak buram. Dan dari sini, cahaya di ujung sana mungkin tidak begitu

Read More

Footsteps.

Senin pagi. Sepertinya kita masih saja berjalan sendiri-sendiri. Aku pun menjadi semakin terbiasa akan sekian perjalanan yang dilalui sendirian. Sendirian seperti waktu. Ia adalah teman yang baik. Sendirian selalu membuatku merasa ringan. Segalanya menjadi lebih sederhana.

Read More

Burden.

Berapa banyak di antara kita yang berjalan dengan menyeret-nyeret beban masa lalu di belakang? Masa lalu memang sulit untuk direlakan lepas begitu saja. Mungkin karena masa lalu menyimpan banyak kenangan. Dan kenangan sesungguhnya adalah ingatan yang

Read More

Ero dietro di te.

Sepertinya kamu sedang berlari, meninggalkan jejak-jejak kecil di hatiku. Jejak-jejak yang selintas. Jejak-jejak yang lama-lama jadi banyak. Karena lama kudiamkan saja, kini jejak-jejak itu melekat seperti kerak. Enggan memudar walau sudah keras-keras kusikat. Bekas-bekas langkahmu memutar.

Read More

Jarak.

Jarak punya caranya sendiri untuk memberi kita waktu. Memberi kita ruang. Membuat kita melihat lebih jelas. Terkadang kita perlu mendekat demi terekspos pada detail: derai hujan semalaman, aroma kopi yang tertinggal di udara, halusnya pasir dalam

Read More

Done.

Ya, sudah. Masih banyak masalah yang lebih penting di dunia ini ketimbang masalah cinta-cintaan. Masih ada impian, masih ada jalan-jalan, masih ada kelaparan, masih ada peperangan, masih ada hewan, masih ada hutan yang kebakaran. Masih banyak

Read More

tentang senyap.

Pada sekian ingatan tentangnya, matamu masih saja menurunkan hujan. Aku sering berkata, kalian berdua nampak lucu bersama. Kamu tersenyum, dia merona. Kamu selalu berkata bahwa dia adalah satu-satunya yang tetap tinggal ketika yang lain pergi. Dia

Read More

momen.

Mungkin kamu ingat. Hari ini, sepuluh tahun yang lalu. Ketika kita berpikir bahwa segala sesuatu yang kita rasakan saat itu akan bertahan selamanya. Kamu tak mungkin lagi mencintai orang lain selama hidupmu. Kekasihmu akan menjadi satu-satunya

Read More

it begins with you.

It’s going to be a silent beginning. Woke up early in the morning to bake some cakes, having fun with mixers, flours, measurement spoons and old recipe books. And then stayed lazily in bed throughout the

Read More

ended.

Mungkin ada lebih dari 60 akhir dalam sehari, atau bahkan lebih. Pada helaan napas (00′:01″), sebaris kicauan yang berbisik di lini masa (00′:03″), satu putaran Owl City dalam Vanilla Twilight (03′:52″), secangkir kopi yang menyisakan ampas

Read More

someday.

Kita adalah semacam bioluminescence dalam garis-garis kehidupan yang saling bersilangan. Kadang cahayamu remang, cahayaku terang. Atau sebaliknya. Dalam gelap, kita saling mencari secercah masing-masing. Memicingkan mata pada rindu yang membuncah dan membuat kita resah. Aku bergerak

Read More

yang tertunda.

Jika demikian, biarkanlah. Hati yang sudah pecah pun bisa dikumpulkan kepingannya. Lalu kepingan-kepingan berwarna-warni itu bisa ditempelkan pada sebuah stoples kue yang tutupnya sudah hilang, kemudian dijadikan vas bunga—untuk meletakkan seikat bunga matahari. Bunga-bunga itu akan

Read More

Something Opens Our Wings

Sebelum bertemu kamu, aku bahkan tak tahu bahwa aku punya sayap. Something opens our wings Something makes boredom and hurt disappear Someone fills the cup in front of us We taste only sacredness – taken from

Read More

Cupcake

Bahkan bertahun-tahun kemudian, aku masih bisa menemukan serpihanmu dalam setangkup kue mangkuk yang berdiri manis di balik rak-rak kaca berpendingin udara itu. Masa lalu hadir dalam sekelebat wangi vanila dan gula-gula yang terendus secara tak sengaja,

Read More

things I didn’t say that evening.

Malam itu tergesa. Aku gugup. Kombinasi antara pemikiran bahwa malam ini aku akan terjaga hingga dini hari, kecemasan akan esok hari yang melelahkan karena panjangnya akan lebih dari 24 jam, dan kegelisahan karena akan bertemu kamu.

Read More

Will You Still Love Me When I’m 64?

Nggak tau. Aku nggak tau apakah lima puluh tahun lagi aku masih akan tetap mencintai kamu (seperti lagu yang belakangan ini sering diputar di radio pagi-pagi dan terpaksa kudengarkan ketika sedang berada di dalam taksi). Dan

Read More

The pavement of our lives.

Dan langkah-langkah kita adalah detak yang menahan waktu agar berjatuhan sedikit lebih pelan. Seperti gerimis yang bisa nampak sebagai jarum-jarum halus atau butiran embun—tergantung seberapa cepat jantung kita berdegup. I’ll close my eyes, I’ll find you

Read More