Traveling companion.

A good traveler has no fixed plans, and is not intent on arriving | Lao Tzu Ada rencana-rencana yang sudah kita bicarakan. Rencana-rencana yang kemudian berantakan di tengah jalan. Lalu kita menyusun rencana-rencana baru. Daftar yang

Read More

tentang senyap.

Pada sekian ingatan tentangnya, matamu masih saja menurunkan hujan. Aku sering berkata, kalian berdua nampak lucu bersama. Kamu tersenyum, dia merona. Kamu selalu berkata bahwa dia adalah satu-satunya yang tetap tinggal ketika yang lain pergi. Dia

Read More

Something Opens Our Wings

Sebelum bertemu kamu, aku bahkan tak tahu bahwa aku punya sayap. Something opens our wings Something makes boredom and hurt disappear Someone fills the cup in front of us We taste only sacredness – taken from

Read More

things I didn’t say that evening.

Malam itu tergesa. Aku gugup. Kombinasi antara pemikiran bahwa malam ini aku akan terjaga hingga dini hari, kecemasan akan esok hari yang melelahkan karena panjangnya akan lebih dari 24 jam, dan kegelisahan karena akan bertemu kamu.

Read More

Will You Still Love Me When I’m 64?

Nggak tau. Aku nggak tau apakah lima puluh tahun lagi aku masih akan tetap mencintai kamu (seperti lagu yang belakangan ini sering diputar di radio pagi-pagi dan terpaksa kudengarkan ketika sedang berada di dalam taksi). Dan

Read More

tentang kamu

Kamu sendiri sudah merupa kejutan yang datang terlalu dini. Bahkan hingga kini; setiap harinya aku masih selalu bisa menemukan percik kembang api dengan warna dan konfigurasi berbeda yang kamu ledakkan di langit hatiku. Ini seperti perjalanan

Read More

HongKong in February #2

Merah itu menghangatkan. Menceriakan pukul delapan pagi di HongKong yang masih berkabut dan bersabut ungu-kelabu. Mengusir dingin pada suhu udara yang nampaknya jatuh ke titik lebih rendah selagi aku melewati Victoria Park menuju The Excelsior Hotel

Read More

HongKong in February #1

Hong Kong (香港). Tanpa kamu. Koper merahku nampak mencolok di atas MTR Airport Express yang nyaris kosong itu. Aku menempelkan hidung di jendela yang dingin, memandang ke luar dengan sedikit bosan, mengabaikan peta yang tergeletak di

Read More

dua puluh delapan

Kamu membuatku gugup waktu itu. Kita bertemu untuk yang pertama kali di tengah keramaian. Orang-orang di sekitar kita berteriak, tersenyum, tertawa, menyapa, menjepretkan kamera, berjabat tangan dan melambai sekaligus. Tergesa dan terburu menuju entah. Koridor itu

Read More

Sunshine

My friend told me that I live in a world where unicorn exists. At first, I thought unicorn was the only magical creature I could find there; but then… I spotted you.

Read More

Kembang Api

Belakangan ini, tiap kali aku lagi jalan-jalan entah ke mana, di setiap sudut ada saja kembang api yang meluncur ke angkasa terus meledak di depan wajahku. Bikin aku kaget, awalnya, tapi kemudian aku malah ketawa-ketawa memandangi

Read More

Skate My Heart Away

Sekotak ingatanku tentangmu adalah serupa film-film sedih. Sesak akan beberapa episode perpisahan yang selalu dilalui seorang diri (lucu, karena bukankah sebuah perpisahan biasanya melibatkan dua orang—ia yang tinggal dan ia yang pergi?). Selalu ada kota-kota asing

Read More

You.

The Day Sky, Hafiz (The Subject Tonight is Love) Let us be like Two falling stars in the day sky. Let no one know of our sublime beauty As we hold hands with God And burn

Read More