:: liburan gila di singapura (5. tamat juga cerita ini)

Pukul 8 pagi ketika saya berdiri di depan wastafel, menyikat gigi. Hari Sabtu pagi itu diawali dengan langit sedikit mendung dan sekotak jus jeruk. Sebentar lagi, perjalanan yang padat akan segera dimulai kembali. Setelah berganti pakaian, saya pun naik lift menuju lantai 3, menuju kamar Chika dan Nia. Seraya menunggu Chika dan Nia bersiap-siap, saya…

Read More

:: liburan gila di singapura (3. we’re here!)

Akhirnya, pesawat yang kami tumpangi mendarat di Changi Airport. Hal pertama yang kami lakukan begitu keluar dari pesawat adalah foto-foto. Saking asyiknya foto-foto, jaring-jaring tas Dimas tersangkut dengan tali tas seorang perempuan–orang Indonesia juga. Maka mereka saling tarik-menarik sebentar sebelum akhirnya saling mendekatkan diri untuk melepaskan “jeratan” cinta. Teman Mbak yang tersangkut itu kemudian nyeletuk:…

Read More

:: liburan gila di singapura (1. menang kontes!)

Saya tidak pernah merasa menjadi orang yang beruntung—terutama jika dikaitkan dengan acara undian atau doorprize. Pengalaman mengajarkan bahwa saya tak perlu takut pulang duluan sebelum acara usai, tanpa harus menunggu doorprize. Toh, saya memang tidak pernah memenangkan sesuatu yang lebih dari sekadar buku catatan, mug, atau kaos. Itu pun frekuensinya sangat jarang dan bisa dihitung…

Read More