A Secretly Sad Story.

When he told me that he’s going to tell me a very sad story, I said: bring it on. Here you go, he said. It’s a story about something you’ve left behind… *** They met in an unlikely circumstance. She was tired of having too high of an expectation. He was still trying to recover…

Read More

The Road.

Di sini, kita harus berhenti. Sedikit hati-hati. Menunggu waktu yang tepat untuk menyeberang. Ada sesuatu yang tengah kita tuju di depan. Mungkin sekarang segalanya nampak buram. Dan dari sini, cahaya di ujung sana mungkin tidak begitu kelihatan. Tetapi terkadang, kamu hanya harus percaya bahwa ada sesuatu yang indah di tempat yang akan kita datangi nanti….

Read More

Footsteps.

Senin pagi. Sepertinya kita masih saja berjalan sendiri-sendiri. Aku pun menjadi semakin terbiasa akan sekian perjalanan yang dilalui sendirian. Sendirian seperti waktu. Ia adalah teman yang baik. Sendirian selalu membuatku merasa ringan. Segalanya menjadi lebih sederhana. Nggak ada yang perlu diperbincangkan atau diperdebatkan. Nggak perlu lari mengejar atau lelah menunggu. Sendirian membuatku bebas melakukan apa…

Read More

Burden.

Berapa banyak di antara kita yang berjalan dengan menyeret-nyeret beban masa lalu di belakang? Masa lalu memang sulit untuk direlakan lepas begitu saja. Mungkin karena masa lalu menyimpan banyak kenangan. Dan kenangan sesungguhnya adalah ingatan yang tereduksi angan-angan. Impian. Maka masa lalu bukan hanya ada di belakang, tetapi juga ingin kita seret ke muka: menjadikannya…

Read More

Ero dietro di te.

Sepertinya kamu sedang berlari, meninggalkan jejak-jejak kecil di hatiku. Jejak-jejak yang selintas. Jejak-jejak yang lama-lama jadi banyak. Karena lama kudiamkan saja, kini jejak-jejak itu melekat seperti kerak. Enggan memudar walau sudah keras-keras kusikat. Bekas-bekas langkahmu memutar. Sirkular. Mengulari hatiku seperti sesuatu yang melilit erat. Tetapi mungkin kamu masih bermain-main. Masih berlari untuk kesenangan. Dan sesungguhnya,…

Read More

Jarak.

Jarak punya caranya sendiri untuk memberi kita waktu. Memberi kita ruang. Membuat kita melihat lebih jelas. Terkadang kita perlu mendekat demi terekspos pada detail: derai hujan semalaman, aroma kopi yang tertinggal di udara, halusnya pasir dalam genggaman, cinta yang mendekati selesai, sebuah akhir. Terkadang kita perlu menjauh demi terpapar pada kenyataan: jalanan yang banjir akibat…

Read More

Done.

Ya, sudah. Masih banyak masalah yang lebih penting di dunia ini ketimbang masalah cinta-cintaan. Masih ada impian, masih ada jalan-jalan, masih ada kelaparan, masih ada peperangan, masih ada hewan, masih ada hutan yang kebakaran. Masih banyak yang bisa kita pikirkan selain asmara yang berantakan. Lagipula, selain menjadi pacar, selingkuhan, istri, suami, atau simpanan, kita toh…

Read More

tentang senyap.

Pada sekian ingatan tentangnya, matamu masih saja menurunkan hujan. Aku sering berkata, kalian berdua nampak lucu bersama. Kamu tersenyum, dia merona. Kamu selalu berkata bahwa dia adalah satu-satunya yang tetap tinggal ketika yang lain pergi. Dia bilang kamu satu-satunya orang yang pernah melihatnya menangis. Mungkin memang hanya kamu dan dia yang tak bisa melihatnya. Sesuatu…

Read More