Tempe and Salad Lunch Recipe.

I tried out this recipe from Food.com in an attempt to have a healthy lunch, and it turned out amazingly delicious. Italian-flavored tempe? Seriously? Yes, seriously. Whether you’d like to have it with warm rice or salad, it will turn out just perfect.

TempeFinal

Main ingredients:

  • 8 ounces of tempe (I used half of the usual package-size sold in the vegetable seller or supermarket)

Tempe5

Marinade ingredients:

Tempe4

  • 1 tablespoon olive oil
  • 2 1/2 tablespoons balsamic vinegar
  • 2 1/2 tablespoons soy sauce
  • 2 garlic cloves, minced
  • 1/4-1/2 teaspoon red pepper flakes (being me, I also added 5 rawit chili to the marinade)
  • 1 teaspoon dried thyme
  • 1 teaspoon dried basil
  • 1 teaspoon dried rosemary (I substituted this with oregano)

Directions:

  • Cut tempe into cubes
  • Marinade the tempe, make sure all pieces are coated, and leave it in the refrigerator for an hour

Tempe3

  • In medium low heat, cook the tempe until they caramelized

Tempe2

  • You can serve it with fresh salad and cheese

TempeSalad

Happy lunch!


kitchen.

Finally, I’m back to the kitchen, cooking and baking. It started with a year-end HongKong-style fried rice with scrambled egg and meatball, cooked in chicken stock, vanilla cake with chocolate chips and poppy seed, served with fresh milk: as well as espresso cake with chocolate and liqueur sauce: So, there went my New Year’s holiday…


Lost in HongKong (2): Kuliner

Dari pengamatan saya, sebenarnya kuliner HongKong bisa dibagi menjadi 4; dan semuanya wajib dicicipi:

1.) Dimsum

2.) Soupy food (termasuk wonton soup dan noodle soup)

3.) Congee–alias bubur Kanton yang terkenal gurih itu

4.) Nasi–baik nasi bebek panggang, nasi ayam hainan, maupun nasi goreng Kanton


Salah satu hal yang menarik: makanan paling lezat di HongKong bisa ditemukan di restoran/kedai paling kecil, gang paling sempit, atau ‘warung kaki lima’ di pinggiran jalan yang paling ramai dilalui orang. Satu hal lagi yang bisa menjadi indikasi adalah ramainya warga lokal yang tengah bersantap di kedai tersebut, terutama orang-orang tua :)

Ada tantangan tersendiri ketika mencoba menikmati santapan di restoran ‘lokal’ macam ini: pelayan yang tak bisa berbahasa Inggris dan ketiadaan menu berbahasa Inggris. Alhasil, pelayan akan berbicara dengan bahasa Kanton, dan Anda harus berbicara dengan bahasa… isyarat. Jadi, Anda pun harus siap mental menghadapi ibu-ibu tua pendorong gerobak dimsum yang akan memberikan tatapan semacam ini: (- -‘) atau -_______- ketika Anda terbengong-bengong lama sebelum memilih dimsum.

Beberapa kebiasaan makan di restoran/kedai kecil seputaran HongKong, di antaranya:

  1. Walau mejanya adalah meja bulat dengan 4-6 kursi per mejanya, semua orang bisa duduk di kursi yang kosong. Jadi, Anda bisa saja makan satu meja dengan orang yang sama sekali asing
  2. Terkadang disediakan juga air panas untuk ‘merebus’ sumpit dan sendok yang akan digunakan untuk makan
  3. Ketika sedang makan, suara menyeruput diperbolehkan, tandanya makanannya enak :)
  4. Jangan kaget juga, ketika sedang makan dan misalnya hendak membuang tulang ayam di mulut, orang lokal akan langsung meludahkannya pelan-pelan ke atas meja makan. Jadi di atas meja makan, di sebelah mangkuk, Anda akan melihat tumpukan tulang ayam atau tulang bebek :D

Untuk informasi lengkap mengenai restoran/kedai kecil yang menyajikan makanan lezat di HongKong, silakan klik di sini :)


@ Crystal Jade

Mungkin benar juga, blog ini pelan-pelan akan berubah menjadi blog kuliner.

Crystal Jade Palace Restaurant * Exquisite
Grand Indonesia, East Mall Unit EM-UG-33A
Jalan M.H.Thamrin No 1, Jakarta


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 12,001 other followers