:: liburan gila di singapura (4. jadi turis sehari)
Posted: February 23, 2009 Filed under: Singapore, Travel | Tags: 7-eleven, bum boat ride, chika, chinatown, city tour, clarke quay, dimas, esplanade, foto-foto, gila, hawe, kawan-kawan, kendra, liburan, merlion, mr. basir, nia, night safari, night zoo, one fullerton road, palm beach seafood, singapura, ST12, STB, the scarlet, ulu ulu, wacky weekend contest 23 Comments »Siang itu, kami menuju restoran Palm Beach Seafood di One Fullerton Road, yang terletak persis berdampingan dengan Merlion—patung singa dengan air yang memancar keluar dari mulutnya. Iya, Merlion. Monas-nya Singapura. Ada orang yang bilang, belum sah rasanya ke Singapura jika belum ke Orchard dan belum mengambil foto-foto di Merlion.
Di Palm Beach Seafood, kami sudah ditunggu oleh staff STB, Kendra Wong–yang masih seusia juga dengan kami. Udara siang itu agak mendung, angin bertiup pelan, dan cuacanya memang sangat menyenangkan untuk menyantap seafood di luar. Iya, meja kami terletak di luar, di bawah tenda putih, menghadap langsung ke Singapore River yang bersih.

:: liburan gila di singapura (3. we’re here!)
Posted: February 17, 2009 Filed under: Singapore, Travel | Tags: chika, chinatown, dimas, erskine road, gila, hawe, kawan-kawan, liburan, lucky plaza, nia, orchard road, singapore tourism board, singapura, the scarlet, wacky weekend 23 Comments »Akhirnya, pesawat yang kami tumpangi mendarat di Changi Airport.
Hal pertama yang kami lakukan begitu keluar dari pesawat adalah foto-foto. Saking asyiknya foto-foto, jaring-jaring tas Dimas tersangkut dengan tali tas seorang perempuan–orang Indonesia juga. Maka mereka saling tarik-menarik sebentar sebelum akhirnya saling mendekatkan diri untuk melepaskan “jeratan” cinta.
Teman Mbak yang tersangkut itu kemudian nyeletuk:
“Jodoh, mungkin!”
Hihihi. Ehem. Sayang momen jeratan cinta ini luput dari jepretan kamera karena kami terlalu sibuk tertawa. Jadi tak mengapa jika cerita yang ini kemudian dianggap hoax.

mbak-mbak yang berjaga di konter UOB di Changi Airport tertawa terkikik-kikik melihat Dimas berpose seperti di atas. mereka berusaha menahan tawa, padahal sebetulnya tak apa tertawa. Dimas sudah biasa ditertawakan ketika tengah berpose :D hehehe
Setelah mampir ke money changer untuk menukarkan uang yang tak jadi melayang untuk membayar fiskal, kami pun keluar dari bandara, mencari-cari penjemput kami. Kabarnya, kami akan dijemput oleh tour guide yang disediakan oleh Singapore Tourism Board (STB), namanya Mr. Basir. Setelah celingukan, kami pun terdampar di bandara, dan saya memberikan nomor telepon Mr. Basir kepada Nia–yang kemudian meneleponnya untuk menanyakan di manakah gerangan ia berada. Read the rest of this entry »

