Membalas Surat Cinta dari B.

#30HariMenulisSuratCinta

Dear B,

Ini pertama kalinya saya menulis surat cinta untuk seseorang yang tidak belum saya kenal. Jadi, sesungguhnya saya tidak tahu persis apa yang harus saya tulis :”) Tetapi, satu hal yang pasti, sungguh mengejutkan menerima suratmu kemarin. Mungkin kamu tidak tahu ini, tetapi kemarin adalah hari yang panjang dan melelahkan untuk saya. Ketika saya memutuskan rehat sejenak, saya menemukan suratmu. Seperti sesuatu yang diantarkan secara khusus sesuai dengan suasana hati saya ketika itu. It made me feel so happy and touched! Jadi, terima kasih, B :)

Dulu sekali, saya pernah menyukai seseorang yang namanya sama denganmu. Menerima suratmu membuat saya teringat dirinya, dan aneh rasanya, melihat bagaimana perasaanmu berubah mengikuti kedewasaanmu: bahwa hal-hal yang dulu kamu anggap penting kini menjadi tidak penting, dan hal-hal yang dulu kamu anggap tidak penting kini menjadi penting. Saya pernah bilang, B, bahwa orang yang kamu sukai menunjukkan tahap kedewasaanmu dan apa-apa yang kamu inginkan dalam hidup pada saat itu. B, siapa yang sedang kamu sukai saat ini? Apa yang bisa kamu katakan tentang hal-hal yang kamu inginkan dalam hidup ini ketika kamu bercermin terhadap dirinya?

Saya baru saja melalui satu lagi proses ‘menyukai’ seseorang itu, B. Dan, ketika kamu menulis 30 surat cinta ini, saya telah menulis 30 surat (cinta) untuk lelaki itu. Semuanya ditulis tangan dan dikemas dalam amplop-amplop berwarna kuning pucat. Belakangan, saya mengerti. Mungkin alam bawah sadar saya sesungguhnya telah memberikan semacam peringatan dengan memilih amplop-amplop itu—yang warnanya serupa mawar atau anyelir kuning. Dalam bahasa bunga era Victoria, mawar kuning berarti friendship, jealousy, infidelity, apology, a broken heart, intense emotion, dying love, and extreme betrayal. Dan persis seperti itulah yang saya alami, B. (I know, twisted, right?) Dan anyelir kuning menutup semuanya dengan singkat, padat, dan jelas: you have disappointed me.

Saya sedang berada pada tahap di mana saya hanya ingin mengalami, B. Mengalami sebanyak-banyaknya. Jatuh cinta. Patah hati. Tertawa. Menangis. Berpelukan. Bertengkar hebat. Saya sedang ingin hidup sehidup-hidupnya, merasakan semua emosi itu bergejolak dalam diri saya. Saya sedang ingin mereguk semuanya tanpa banyak berpikir, tanpa banyak pertimbangan, tanpa banyak pertanyaan. Saat ini, itulah yang sedang saya inginkan dalam hidup ini, B.

I just want to feel. And maybe, it doesn’t really matter what I feel. At this stage, it’s nice to know that I can still feel something. Anything. It’s been quite some time. Senang rasanya mengetahui bahwa saya tidak lagi kebas.

Dan kamu adalah salah satu bagian dari merasa itu, B. Ya, kemarin. When I felt happy and touched with the letter you sent me. It felt like holding a cup of hot chocolate; a very nice feeling, indeed.

Sekali lagi, terima kasih, ya, B :’)

—Hanny


6 Comments on “Membalas Surat Cinta dari B.”

  1. ansella says:

    ‘there were times when nothings really matters ~ look what love has done to me’ ‘numpang nyanyi sambil mewek’

  2. Antyo R. says:

    Salam untuk B. #eh

  3. akuh says:

    sometimes i think you are only 22. or maybe 17 going on 16. the smile on your face. the laughter that follows. you paint the world with bright cheerful colours. you danced to the beautiful hymn of angels’ tune. you saw the magical hope when all else are swallowed in grip of forlorn. spirit of resignation. i could not trace that in you. not here. maybe not anymore.

    ‘…i just want to feel.’ it is a nice feeling. to feel. to remember. to celebrate. to live. to love. to be part of an episode before it comes to a rest. before it tires and collapses. mortality makes us beautiful, dont you think.

    your hunger for life and happiness inspires. it radiates an afterglow that many find addictive. surat cinta is one of them. though the hot chocolate effect is pretty mild for a love letter. i’ll be banging my head to the wall if my love letters received anything less than a morphin effect, or knocked-you-into-next-week effect. but of course, that was ancient.

    i wish you a great life.


Talk to me. Say hi. Leave traces.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 11,666 other followers