Wisata Kuliner Bogor feat. @Didut

Ceritanya adalah menjemput Didut–kawan blogger asal Semarang di stasiun pada suatu akhir pekan yang panjang. Setelah beberapa hari sebelumnya Didut mengirimi saya lumpia Semarang yang di-vacuum ke kantor, saya gantian menculik Didut untuk berwisata kuliner di Bogor. Dan inilah perjalanan kuliner kami, dilengkapi dengan sesi foto-foto, tentunya ๐Ÿ˜€ 1. RM Sahabat (YunSin): Rumah Makan yang…

Read More

A Time to Talk.

When a friend calls to me from the road And slows his horse to a meaning walk, I don’t stand still and look around On all the hills I haven’t hoed, And shout from where I am, What is it? No, not as there is a time to talk. I thrust my hoe in the…

Read More

Small Hours.

Kamu masih saja menemani cangkir-cangkir kopiku yang kesekian. Aku selalu bilang bahwa kafein adalah stimulan yang terlalu melankolis. Apalagi ketika diiringi Owl City yang mengalun samar-samar di kejauhan; juga gerimis malam-malam. Rintiknya turun satu-satu seperti air mata. Kadang sulit buatku membedakannya. Sampai kemudian dia turun semakin deras. Dan yang ada bukan lagi hembusan dingin, tapi…

Read More

Done.

Ya, sudah. Masih banyak masalah yang lebih penting di dunia ini ketimbang masalah cinta-cintaan. Masih ada impian, masih ada jalan-jalan, masih ada kelaparan, masih ada peperangan, masih ada hewan, masih ada hutan yang kebakaran. Masih banyak yang bisa kita pikirkan selain asmara yang berantakan. Lagipula, selain menjadi pacar, selingkuhan, istri, suami, atau simpanan, kita toh…

Read More

Oh, hi.

No wonder Einstein was so curious about time. Time, indeed, is a curious matter. The way it flexes still perplex me. Unstoppable, it marks you with invisible scars and unseen beauty. It’s like an old record store where your whole life’s on display. Browsing through the shelves, you pick the one with the prettiest sleeve…

Read More

Saturday Morning

Sinar matahari dan selimut yang ditarik-tarik. Salak anjing. Lompatan-lompatan kecil. Kibasan ekor. Cepat. Begitu bersemangat melihat saya akhirnya membuka mata. Pagi hari. Rambut yang awut-awutan. Saya bahkan belum mandi. Atau sikat gigi. Tapi dia sudah cukup senang. Menandak-nandak bersemangat. Kemudian melesat mengambil boneka beruangnya. Ditaruh di atas kaki saya. Lalu ia menandak-nandak lagi. Mengantisipasi saat…

Read More