Chocolate Orange Cupcake with Choco-Baileys Butter Cream

I looove this chocolate-orange cupcake sooo much! ^^ It’s so light and fresh, and it smells of chocolate and sunkist! A very nice treat for one sunny afternoon, especially when served cold :D

Chocolate Orange Cupcake Recipe:

  • 175 g unsalted butter
  • 120 g castor sugar
  • 150 g self-raising flour
  • 60 g cocoa powder
  • 3 eggs
  • 1 orange (sunkist) – use the orange rind and the juice

Beat butter and sugar in a mixer, add in those eggs (one at a time) and the orange rind. How to get the orange rind? Easy. Peel the skin of your sunkist, ensuring that you’re only taking the thin orange skin and leaving the white part. The orange rind has this fresh orange fragrance that will make your chocolate-orange cupcake smells (and tastes) amazing! :)

Next, put the mixture in a bowl, add in flour, cocoa powder and orange juice (from the sunkist), fold it, and divide it evenly into a 12-cupcake tin, bake for around 15 minutes, 180oC.

Choco-Baileys butter cream:

  • 100 g unsalted butter
  • 50 g castor sugar (you can add more sugar later to the mixture if you like sweeter cream)
  • 1/4 cup of coffee-flavored Baileys
  • 4 tbsp of cocoa powder

Beat with electric mixer until it turned into a perfect butter cream.


#28hari: sneak peek

Rainy afternoon. A package arrived on my desk. And look what’s inside! A mood-lifter! :)

#28hari, a prose-writing collaboration project I’ve worked on last year together with @ndorokakung, was about to transform itself into a book, thanks to @nulisbuku (our publisher) and @evamuchtar (who translated it into English) :D

Excited! ^^


Choco Cupcake with Coffee-Baileys Butter Cream

Last weekend, I bought a cupcake tin and decided to make cupcakes! For my first attempt, I took a simple chocolate cupcake recipe and make some adjustments:

Basic Chocolate Cupcake Recipe:

  • 150g butter (unsalted)
  • 150g castor sugar (but I reduced it to 100 g because I don’t want it to be too sweet)
  • 175g self raising flour
  • 3 eggs
  • 2 tbsp cocoa powder (I used hazelnut-flavored cocoa powder)
  • 1 tsp vanilla extract (but I reduced it to 1/2 tsp to make the cocoa fragrance stands out)

Beat with electric mixer until it’s light and creamy, then divide it evenly into the 12-cupcakes tin, bake for around 20 minutes, 160oC.

I thought I might have some cupcake papers at home, but turned out I didn’t. That’s the explanation for the quite-flat appearance of the cupcakes, as when the dough developed, it spilled to the tin’s surface :D

Well, to save it, I trimmed each cupcake a bit and layered the surface with my own recipe of coffee-Baileys butter cream.

Coffee-Baileys butter cream:

  • 100g butter
  • 50g castor sugar (you can add more sugar later to the mixture if you like sweeter cream)
  • 1/4 cup of coffee-flavored Baileys
  • 4 tbsp of coffee; liquid (I used Kopi Aroma :D)

Beat with electric mixer until it turned into a perfect butter cream.

So, there you go, cupcake! ^^

Surely I need more training on decorating with butter cream! :D

I put it on the fridge (I like it cold) and brought it to the office for this morning’s breakfast.

Those cupcakes were gone quite fast!


merencanakan jalan-jalan.

Banyak orang yang bilang, kalau mau merencanakan jalan-jalan lebih baik tentukan tujuan dulu, lalu menabung untuk bisa sampai ke tempat tujuan. Nggak salah, memang. Tapi kalau saya lebih suka sebaliknya. Lihat dulu dana liburan ada berapa. Lalu mencari tahu, dengan dana yang ada itu, cukupnya dipakai pergi ke mana. Buat saya pendekatan yang terakhir ini lebih praktis.

Maka, begitulah :) Setiap bulan, saya menyisihkan sebagian pendapatan untuk “tabungan jalan-jalan”. Setelah dalam beberapa bulan merasa jenuh dan membutuhkan liburan, saya intip tabungan jalan-jalan saya itu untuk mengetahui berapa jumlahnya. Lalu saya cari tahu, bisa sampai ke manakah saya dengan dana jalan-jalan yang dimiliki.

Menyicil liburan sambil menunggu pundi-pundi jalan-jalan menggembung juga bisa menjadi proses yang menyenangkan. Kalau langsung dibayar sekaligus mungkin memang terasa berat. Tapi kalau dicicil sedikit-sedikit, rasanya jadi lebih ringan. Bulan pertama biasanya diawali dengan membeli tiket pesawat dulu ke tempat tujuan. Bulan depannya membayar akomodasi di tempat liburan. Bulan ketiga menyisihkan dana untuk konsumsi dan transportasi selama jalan-jalan. Uang yang terkumpul di bulan keempat bisa dipakai berbelanja saat liburan nanti.

Pulang liburan, dana jalan-jalan kembali ke nol. Kosong lagi. Jadi, yang harus dilakukan adalah: merencanakan liburan berikutnya! Karena dengan demikian, kita akan lebih semangat bekerja untuk mengisi kembali pundi-pundi liburan! :D


are you a gemini woman?

The Gemini woman is vibrant and exciting but easily bored. She is always looking for something new and favors variety in everything. She probably has multiple interests but none will hold her attention for very long. Her mental complexity is however sometimes misinterpreted as being ambiguous or shallow but she is deep thinking. Though she thinks too much, her downfall is that she feels too little. For as many downfalls this gives it also has it perks. Your Gemini is never overly emotional or draining. She will not move to control you and will always give you space.

Charming and clever she will be a straightforward and flexible lover. She’s light and has a personality many find appealing. She is not the easiest sign in the zodiac to seduce though. The twin nature of the Gemini woman is always prominent. One second she could be all for whatever and whomever and the next, she doesn’t want to be bothered. To seduce her you need to think outside of the box. Rethink your entire approach and adjust your skills of persuasion. She will see through any half-hearted or shallow attempt to win her favor. If she does she see through you she will laugh wholeheartedly in your face and at your failure.

She will leave your head spinning and your area below the belt screaming for more. She makes your life interesting and you will wonder how you ever got along without her before. Try to keep up with her. She will take you on an amazing adventure.

— Gemini woman’s sextrology, sent by a friend early this morning


tentang senyap.

Pada sekian ingatan tentangnya, matamu masih saja menurunkan hujan.

Aku sering berkata, kalian berdua nampak lucu bersama. Kamu tersenyum, dia merona. Kamu selalu berkata bahwa dia adalah satu-satunya yang tetap tinggal ketika yang lain pergi. Dia bilang kamu satu-satunya orang yang pernah melihatnya menangis. Mungkin memang hanya kamu dan dia yang tak bisa melihatnya. Sesuatu yang jelas terlihat bagi semua orang kecuali kalian berdua:

kalian jatuh cinta.

Pada sekian ingatan tentangmu, wajahnya masih saja basah.

Aku sering berkata, kalian tidak seharusnya begini. Tetapi kamu enggan memulai, sementara dia enggan mengakhiri. Aku sering bertanya, mengapa kalian takut bahagia. Kamu bilang kamu tidak takut bahagia. Kamu hanya takut kecewa. Lalu kamu menatapnya. Dia memalingkan wajahnya, menyalakan sebatang rokok, dan tidak mengatakan apa-apa.

Silence is a girl’s loudest cry.


momen.

Mungkin kamu ingat. Hari ini, sepuluh tahun yang lalu. Ketika kita berpikir bahwa segala sesuatu yang kita rasakan saat itu akan bertahan selamanya. Kamu tak mungkin lagi mencintai orang lain selama hidupmu. Kekasihmu akan menjadi satu-satunya dan akan terus bersamamu hingga akhir. Kesalahan-kesalahanmu akan menghantuimu, terus hingga nanti. Sakit hati itu akan abadi dan kamu masih akan terluka setiap kali mengingatnya. Kamu tak bisa membayangkan hidup tanpa mewujudkan impian-impianmu.

Lalu kita bertemu lagi. Sepuluh tahun sesudahnya. Kamu jatuh cinta pada orang lain. Kekasihmu menikah dengan orang lain, dan kamu menikah dengan mantan kekasih orang lain. Kesalahan-kesalahanmu di masa lalu menjadi semacam anekdot yang lucu untuk dikisahkan kepada teman-teman lama. Kamu masih mengingatnya—hanya saja tak sesering dulu, dan tanpa sakit hati yang melukai. Kamu baik-baik saja setelah melepaskan impian-impianmu, karena ternyata perwujudan impian-impianmu tak berbanding lurus dengan kebahagiaanmu.

Jadi tersenyumlah pada hal-hal yang merisaukanmu hari ini, dan ingatlah bahwa yang terindah dan terburuk akan berlalu. Seperti segalanya sepuluh tahun yang lalu, dan yang akan datang sepuluh tahun kemudian.

—————–

dedicated to The Japras


The Brief Wondrous Life of Oscar Wao.

Junot Diaz, 2007 | 352 halaman

Pacar saya pernah bertanya, mengapa saya suka novel-novel dengan karakter utama yang ‘misfit‘*. Orang-orang yang kesepian, aneh, tidak dimengerti, terasing, dan seakan-akan nggak punya tempat yang pas di dunia. Saya juga nggak tahu mengapa persisnya, tapi saya merasa terhubung dengan karakter-karakter seperti ini. I know what they’ve been through because I’ve been there myself. Kira-kira begitu. Bahkan sampai sekarang, walau hanya dalam beberapa hal tertentu, saya masih merasa seperti itu.

The Brief Wondrous Life of Oscar Wao berkisah tentang Oscar, pemuda asal Dominika yang tinggal di Amerika. Berkebalikan dengan imaji lelaki-lelaki Dominika yang keren dan jago menaklukkan perempuan, Oscar justru pemuda yang bermasalah dengan obesitas, kecanduan sci-fi dan cerita-cerita soal kiamat, percaya bahwa dirinya terkutuk (fuku) dan selalu patah hati karena menyimpan perasaan pada perempuan-perempuan yang tak meliriknya. Oscar hanya bisa membayangkan dirinya menjelma menjadi pahlawan dan menyelamatkan perempuan yang ditaksirnya menjelang kiamat dengan menulis kisah-kisah semacam ini di dalam kamarnya.

Potret sosial akan kehidupan masyarakat Dominika dan dinamika keluarga yang keras, kehidupan politik di bawah diktator keji yang berkuasa saat itu (Trujillo), pengaruhnya terhadap kehidupan keluarga Oscar, serta perjalanan Oscar untuk menemukan cinta jalin-menjalin dengan narasi satir yang lugas, nakal, sekaligus pahit.

Menutup buku ini dengan kesedihan yang merambat pelan-pelan, terlintas dalam benak saya kutipan ini:

And in the end, it’s not the years in your life that count. It’s the life in your years.

——————————-

*) a person whose behavior or attitude sets them apart from others in an uncomfortably conspicuous way


kitchen.

Finally, I’m back to the kitchen, cooking and baking. It started with a year-end HongKong-style fried rice with scrambled egg and meatball, cooked in chicken stock, vanilla cake with chocolate chips and poppy seed, served with fresh milk: as well as espresso cake with chocolate and liqueur sauce: So, there went my New Year’s holiday…


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 11,666 other followers