Lost in HongKong (2): Kuliner

Dari pengamatan saya, sebenarnya kuliner HongKong bisa dibagi menjadi 4; dan semuanya wajib dicicipi:

1.) Dimsum

2.) Soupy food (termasuk wonton soup dan noodle soup)

3.) Congee–alias bubur Kanton yang terkenal gurih itu

4.) Nasi–baik nasi bebek panggang, nasi ayam hainan, maupun nasi goreng Kanton


Salah satu hal yang menarik: makanan paling lezat di HongKong bisa ditemukan di restoran/kedai paling kecil, gang paling sempit, atau ‘warung kaki lima’ di pinggiran jalan yang paling ramai dilalui orang. Satu hal lagi yang bisa menjadi indikasi adalah ramainya warga lokal yang tengah bersantap di kedai tersebut, terutama orang-orang tua :)

Ada tantangan tersendiri ketika mencoba menikmati santapan di restoran ‘lokal’ macam ini: pelayan yang tak bisa berbahasa Inggris dan ketiadaan menu berbahasa Inggris. Alhasil, pelayan akan berbicara dengan bahasa Kanton, dan Anda harus berbicara dengan bahasa… isyarat. Jadi, Anda pun harus siap mental menghadapi ibu-ibu tua pendorong gerobak dimsum yang akan memberikan tatapan semacam ini: (- -’) atau -_______- ketika Anda terbengong-bengong lama sebelum memilih dimsum.

Beberapa kebiasaan makan di restoran/kedai kecil seputaran HongKong, di antaranya:

  1. Walau mejanya adalah meja bulat dengan 4-6 kursi per mejanya, semua orang bisa duduk di kursi yang kosong. Jadi, Anda bisa saja makan satu meja dengan orang yang sama sekali asing
  2. Terkadang disediakan juga air panas untuk ‘merebus’ sumpit dan sendok yang akan digunakan untuk makan
  3. Ketika sedang makan, suara menyeruput diperbolehkan, tandanya makanannya enak :)
  4. Jangan kaget juga, ketika sedang makan dan misalnya hendak membuang tulang ayam di mulut, orang lokal akan langsung meludahkannya pelan-pelan ke atas meja makan. Jadi di atas meja makan, di sebelah mangkuk, Anda akan melihat tumpukan tulang ayam atau tulang bebek :D

Untuk informasi lengkap mengenai restoran/kedai kecil yang menyajikan makanan lezat di HongKong, silakan klik di sini :)

About these ads

14 Comments on “Lost in HongKong (2): Kuliner”

  1. Memesan makanan enak dari pelayan yang berbahasa kanton itu seperti taruhan dengan kemenangan setimpal.

  2. Kayak totoan wae mas Herman..*eaaa
    semacam random mungkin pesen disana dengan bahasa kanton kalau tidak ngerti

  3. didut says:

    DIMSUMMMMMM !!! *damn Hanny bikin laper aja pagi pagi*

  4. zammy says:

    been there, done that!

    di Hong Kong, makanan halal masih mudah ditemukan, ya? kalo di China daratan, beuuuh.. bahkan KFC pun ayamnya tidak halal.. :D

  5. zammy says:

    eh iya, porsi orang China itu biasanya besar, karena memang untuk disantap rame-rame bareng keluarga. meja-meha biasa ditaruh di depan (di jalan) dan mereka bisa dengan santai makan di sana.. :D

    soal bahasa, simak pengalaman rekan seperjalanan di sini: http://cornila.matriphe.com/2010/08/03/tea-please/

    iyaaaa aku udah baca yang itu dulu, udah komen juga di sana :)) :)) lucuuuuuuu tapi mesake

  6. Asop says:

    Saya suka yang dimsum! :D
    Kulitnya yang tipis, nyaris bening bisa melihat isinya, kenyal, di mulut enak digigit, teksturnya di lidah terasaaa banget…. :oops:

  7. The Gombal's says:

    rung tau ke hongkong. aku luwih seneng bakmine mbah mo bantul..

  8. Sari says:

    diantara semuanya, bubur kanton yang dianggap mbak hanny gurih itu justru yang paling nggak saya suka. hehe :D

  9. mauren says:

    aaaaaaaaaa, dimsumnya menggoda mbak hanny :|

  10. Ann says:

    Gak bisa komentar, pengenya makan (semuanya)


Talk to me. Say hi. Leave traces.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 938 other followers