ha. ha.

Coba perhatikan penjelasan Kominfo perihal ribut-ribut penayangan film bertema ‘queer’ (Q! Film Festival) di Goethe Institute ini; di sela-sela pemberitaan mengenai FPI yang akan menyerang gedung kebudayaan Jerman tersebut: Kalau ada kegiatan seni dan kebudayaan dengan tema reinkarnasi? Natal? Dewi Kwan Im? Dewa-dewi Hindu? Permainan bambu gila di Maluku? Film hantu feat. pocong dan suster…

Read More

Dang!

Waktu beresin lemari buku di akhir minggu, pandangan saya tertumbuk pada sebuah novel lama di rak tengah. Keluaran tahun 1986, terbitan Gramedia. Judulnya “Namaku Bayu” karya Teguh S. Hartono. Bayu, 13 tahun, terpaksa putus sekolah karena alasan klasik: nggak ada biaya. Emaknya hanya penjual lotek, dan bapaknya sakit. Konsentrasi Bayu adalah mencari uang untuk menghidupi…

Read More

yang tertunda.

Jika demikian, biarkanlah. Hati yang sudah pecah pun bisa dikumpulkan kepingannya. Lalu kepingan-kepingan berwarna-warni itu bisa ditempelkan pada sebuah stoples kue yang tutupnya sudah hilang, kemudian dijadikan vas bunga—untuk meletakkan seikat bunga matahari. Bunga-bunga itu akan nampak lucu, membuat ruangan yang paling suram sekalipun akan terlihat sedikit unyu. Maka, jika kita adalah kata-kata, jadikanlah kita…

Read More

The Way Things Look to Me

Roopa Farooki, 2009 | 352 halaman My name is Yasmin Murphy, and I don’t remember very much about the morning that my mum died, which is odd, as normally I remember everything. (The Way Things Look to Me) Saya sudah membaca beberapa novel mengenai autisme, termasuk The Curious Incidents of The Dog in The Night…

Read More

Something Opens Our Wings

Sebelum bertemu kamu, aku bahkan tak tahu bahwa aku punya sayap. Something opens our wings Something makes boredom and hurt disappear Someone fills the cup in front of us We taste only sacredness – taken from Rumi’s Something Opens Our Wings, A Year of Rumi – Kamu tidak mengajariku bagaimana caranya terbang. Kamu hanya mengajariku…

Read More