Mengenai Citra Diri: Pensil Durjana

Baiklah. Posting ini akan menyerupai kolom psikologi di majalah-majalah wanita. Tetapi, yakinlah, ini kejadian nyata. Senyata-nyatanya.

Suatu siang, Pak Zaenal datang ke ruangan New Media di kantor saya, membawa-bawa sebatang pensil.

Pak Zaenal: Jonathan, ini pensil kamu…
Jonathan: Itu bukan pensilku.
Nena: Pak Zae, itu pensilku!

Pak Zae: Lho, ini punya Jonathan, tadi kan Jonathan yang bawa pas mau nulis pesanan Quickly.
Nena: Itu pensilkuuu!
Jonathan: Oh, kayaknya itu punya Kapkap…

Pak Zae: Kapkap, ini pensilnya Kapkap, ya?
Nena: Itu pensilku, Pak Zae!!!
Kapkap: He–(melepas earphone), bukan kayaknya itu pensilnya Hanny.
Nena: Iih, itu pensilkuuu…

Pak Zae: Hanny, ini pensil kamu, ya?
Nena: Itu pensilku!!!!!!!!!!!!!!
Saya: Oh, bukan, itu pensilnya Nena.
Pak Zae: Oh, punya Nena (memberikan pensil)

Nena: KENAPA SIH NGGAK ADA YANG PERCAYA SAMA AKU?!!!

Apa yang bisa kamu katakan tentang Nena dari kisah di atas? :D

Advertisement

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 99 other followers

Comments

  1. hanny says:

    kapkap, silakan besok diposting versi comic tissue-nya di kappachan :D

  2. Sky says:

    hihihi… kasiannya Nena :D mungkin dia itu kayak karakter liliput, jadi kalaupun teriak2 tidak ada yang mendengar hehe

  3. Kesian itu mbak nena, tapi lucu. :D

    Eh, mau dibikin komiknya?

  4. ladybugfreak says:

    duuh…nenaaaa… :lol: kesian…

  5. mas stein says:

    menurut saya ada tiga kemungkinan mbak :

    1. nena ndak dianggep di situ, ndak cukup kelas untuk sampe pada level yang omongannya perlu didengar

    2. nena suka ngaku-ngaku, jadinya sudah ndak dipercaya

    3. nena ini arwah penasaran, macem bruce wilis di pilem 6th sense *hiii…*

  6. mbakDos says:

    *ikutan guling-guling baca komennya mas stein*

    tapi bener juga han, jangan-jangan memang nena itu arwah penasaran. eh, emang nena siapa sih? *diculek pensil* :) )

  7. aprian says:

    Itu nena di bold utk nunjukin line-nya nena atau untuk nunjukin nena berteriak?

    Kan bisa jadi pak zaenal gak denger ucapan nena, bisa jadi nena kurang keras ngomongnya, bisa jadi pak zaenal mau “ngebecandain” nena .. Who knows? Knapa ga nanya pak zaenal sebagai pelaku? ;)

  8. Pitra says:

    trus Nena-nya kok gak comment di sini?

    Seharusnya ini diposting di blog maverick :) )

  9. phery says:

    mungkin mbak nena kesehariannya suka cerewet ya? Jadi kesannya di mata orang lain setiap ucapannya adalah asal ucap.

  10. nena says:

    Akhirnya setelah mondar-mandir membaca komentar ini saya pun siap komentar… *hiks*

    kelihatannya komentar teman-teman semua merupakan tempat introspeksi diri.. :D apalagi dari mas @phery *soalnya kayaknya emang cerewet deh…*

    heuheuehe.. :D

  11. seorangayah says:

    Boleh pinjam pensilnya?

    Salam kenal mba…
    Tukeran link Yuuk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 99 other followers