The Lemongrass Journey (3): Ho Chi Minh City at Night

I’ve been watching but the stars refuse to shine
I’ve been searching but I just don’t see the signs
I know that it’s out there
There’s gotta be something for my soul somewhere

Lagu Way Back into Love-nya Hugh Grant & Haley Bennett bermain-main dalam benak saya ketika kita kembali menyusuri gang sempit menuju jalan besar di Phạm Ngũ Lão; melompat ke dalam taksi, dan menelusuri Hồ Chí Minh City di waktu malam. Dari balik jendela, kota berpendar dalam titik-titik cahaya yang hangat dan menyenangkan (ataukah itu karena kamu?).

Taksi yang kita tumpangi berhenti di Từ Trong; di depan sebuah restoran kecil dengan nuansa kecokelatan.
Hương Lại.

Restoran ini berada di loteng sebuah rumah-toko tua di masa pendudukan Perancis; dan para pelayan yang bekerja di sini berasal dari keluarga kurang mampu atau anak-anak jalanan yang kemudian menerima pelatihan, pendidikan, sekaligus tempat tinggal. Setelah bekerja di sini selama beberapa waktu, biasanya para pelayan dan staff yang sudah lebih dewasa akan mendapatkan pekerjaan yang lebih mapan di restoran atau hotel yang lebih besar. Tidak mengherankan memang, karena mereka memiliki kualitas pelayanan yang sangat baik, sopan, tanggap, dan bahasa Inggris mereka juga sangat lancar.

Makan malam ini menyenangkan. Kita duduk di sudut, dekat jendela, memandangi jalanan yang mulai berkelip di bawah, dikelilingi nuansa rumah lama yang meneduhkan; seraya menikmati chicken dan beef lemongrass, fresh spring roll, mulberry juice, dan es krim longan buatan sendiri. Di bawah lampu yang temaram dan sedikit jingga, kamu seperti bersinar. Ketika kamu tertawa, loteng ini berpendar lebih terang.

Dan kita banyak tertawa malam itu; untuk alasan yang tidak bisa saya mengerti. Mungkin ini sebuah pertanda; yang membawa kita berlalu dengan rasa lemongrass di lidah menuju trotoar. Orang-orang sedang memasang lampu-lampu berkelap-kelip di sepanjang jalan besar dengan menggunakan tangga-tangga tinggi. Semua tentang malam itu berkelip dan bercahaya, apakah kamu juga memperhatikannya?

Menjelang pukul 11 malam, Opera House cantik yang sempat kita kunjungi pada siang hari nampak jauh lebih mengagumkan.

Udara yang menyegarkan; jalanan yang mulai lengang, pemandangan Hotel Continental dan Sheraton Saigon, serta butik Louis Vuitton yang masih buka dan memancarkan cahaya kuning terang; membuat kita memutuskan untuk duduk-duduk di anak tangganya yang luas sebentar.

Hanya memandangi dan menikmati malam sambil tertawa-tawa (and enjoying each others’ company?). Dan malam itu; kamu menjelma menjadi jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan saya (apakah bagimu juga demikian?).

All I wanna do is find a way back into love
I can’t make it through without a way back into love
And if I open my heart to you
I’m hoping you’ll show me what to do
And if you help me to start again
You know that I’ll be there for you in the end

Ada sesuatu yang menari-nari dalam hati saya ketika kita melangkah ringan menuju lantai 23 Sheraton Saigon untuk menikmati kota selepas tengah malam, berkedip bersama lampu-lampu kota; lalu lebur dalam keriaan para ekspat yang kemudian mengabadikan kita dari balik lensa kamera…

dan saya tersenyum pada bayangan wajah saya di matamu.

—————–

Hương Lại, 38 D Ly Từ Trong | Ph. 3822 6814

Leave your traces here. I want to hear :)

  • Mbak Hanny….

    Aku septy..
    Aku rencana mau bacpacker ke beberapa negara tetangga.
    Dan rencana awal mau Vietnam (Ho Chi Minh City)-Cambodja-Thai-Malay-Singapore.

    Nah aku baca postingan Ho Chi Minh City at Night.
    Dan kira2 di Ho Chi Minh yang bagus pas malem apa yah?
    Karena kemungkinan pesawatku nyampe sana (kalo ga delay) jam 19.40…

    Terus cuma mau di HCMC satu hari, dan lanjut ke Cambodja.
    mbak suggest dong tempat yg wajib dikunjungin d HCMC apa aj?
    dan klo jalur darat k kamboja naik ap yah?
    Mbak boleh aku minta alamat emai?
    masih mau nanya banyak niy..
    hbs mbak expert bgt niy…

    Thanka lottttttt