dua puluh delapan

Kamu membuatku gugup waktu itu.

Kita bertemu untuk yang pertama kali di tengah keramaian. Orang-orang di sekitar kita berteriak, tersenyum, tertawa, menyapa, menjepretkan kamera, berjabat tangan dan melambai sekaligus. Tergesa dan terburu menuju entah. Koridor itu terasa sempit dan penuh-sesak, tetapi keberadaan kamu di sana melampaui semua hingar-bingar itu.

Mungkin kamu tidak tahu bahwa aku sudah mengagumi kamu sejak dulu. Lama sebelum kamu menyadari bahwa aku ada.

Keesokan harinya kita bertemu lagi untuk menikmati sushi dan kopi hingga senja hari. Dan setelah ratusan hari, aku masih ingat dengan jelas di mana kamu duduk (kita duduk bersebelahan dengan kamu di sisi kiri), baju apa yang kamu kenakan, makanan penutup apa yang kamu pesan… dan betapa aku sudah merasa nyaman berada di dekatmu sejak saat itu.

Dan waktu mungkin memang selalu mencandai kita sedemikian lucu. Atau mungkin ia hanya ingin kita menunggu dan menjadi yakin pada apa yang kita rasa. Mungkin juga ia sengaja membuat kita berjalan pelan-pelan, sehingga di masa depan kita akan punya cukup banyak kenangan untuk disimpan dan kisah-kisah untuk diceritakan. Atau bisa jadi ia hanya ingin menguji seberapa lama sekeping perasaan akan bertahan setelah jarak memisahkan.

Tetapi ternyata, perasaan itu bertahan.

Ketika kita bertemu kembali di kotamu setelah ratusan hari berlalu, malam itu kamu menemukan aku. Dan sejak saat itu aku tidak ingin hilang lagi.


28 Hari

Update: versi PDF 28HARI bisa diunduh di sini.

___

Pada tanggal 1 Februari 2010, seorang perempuan menuliskan kisah dan kenangan-kenangan mengenai lelakinya. Di hari yang sama, seorang lelaki menuliskan kisah dan kenangan-kenangan mengenai perempuannya. Catatan-catatan mereka meninggalkan jejak yang acak; tetapi nampak saling berhubungan. Tetapi siapa mereka? Apa hubungan di antara keduanya? Dan apa yang terjadi ketika catatan-catatan mereka berakhir tepat pada tanggal 14 Februari?

Jawabannya adalah 28 HARI; yang terdiri dari 14 hari dalam kehidupan seorang perempuan dan 14 hari dalam kehidupan seorang lelaki. Read the rest of this entry »


Sandwich 71

Jl. Gunawarman no.17 – Jakarta Selatan

Tempat yang cozy dan menyenangkan buat nongkrong-nongkrong, dilengkapi fasilitas wi-fi, di sebelah salon, dan sandwich yang lezat!


Bakso Chiara


One Night @ the Call Center

Chetan Bagat, 2005 | 276 halaman

Novel ini diawali dengan pertemuan ‘tak sengaja’ antara seorang penulis pendatang baru dengan seorang perempuan cantik, dalam perjalanan kereta dari Kanpur menuju Delhi. Untuk membunuh waktu dalam perjalanan malam hari yang panjang, si perempuan kemudian menawarkan diri untuk menuturkan sebuah cerita. Dengan satu syarat: si penulis harus menjadikan cerita ini sebagai cerita dalam buku keduanya.

Si penulis awalnya ragu-ragu, kemudian bertanya tentang apa cerita yang hendak dikisahkan si perempuan. Perempuan itu berkata bahwa ia akan bercerita mengenai enam orang pegawai sebuah call center, yang terjadi pada suatu malam. Malam itu, mereka mendapatkan sebuah panggilan telepon. Dari Tuhan. Read the rest of this entry »


@ Crystal Jade

Mungkin benar juga, blog ini pelan-pelan akan berubah menjadi blog kuliner.

Crystal Jade Palace Restaurant * Exquisite
Grand Indonesia, East Mall Unit EM-UG-33A
Jalan M.H.Thamrin No 1, Jakarta


Cumi Hangus Komplit

Differentiate or die,” kata Jack Trout dan Steve Rivkin. RM Putri di Cikajang, Jakarta Selatan, sepertinya paham benar apa maksudnya dan menerapkannya dalam menu andalan mereka:


Tentang Perjalanan

Mungkin nggak banyak yang bisa kukatakan tentang perjalanan itu. Atau mungkin malah terlalu banyak, sehingga kata-kata saja nggak akan pernah bisa memberikan makna yang serupa. Tetapi setidaknya, selalu ada jejak-jejak yang tertinggal. Seperti koral dan pasir putih di Monkey Island, pada penghujung pelayaran kita menelusuri Lan Ha Bay pagi itu.

Kenyataannya, memang nggak mungkin kita bisa meraup semua dalam satu genggaman tangan. Lagipula, apa gunanya semua–jika sedikit yang tertinggal dalam genggaman itu sudah cukup banyak meninggalkan kenangan?

Jadi, mari kita sisakan koral dan pasir putih itu untuk mereka yang juga hendak menikmatinya. Mereka yang menempuh perjalanan setelah kita. Dan aku memang nggak memerlukan sebanyak-banyaknya hingga terlalu. Karena sedikit tentangmu sudah cukup menerbitkan matahari di timur langitku.


Vietnam: Lemongrass Footprints


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 12,046 other followers