Cerita Noor

Pedicure“Semua orang nggak setuju waktu gue mau menikah sama orang Indonesia. Mereka bilang laki-laki Indonesia jahat-jahat,” kata Noor.

Saat itu ia tengah menyikat tumit kanan seorang perempuan Indonesia keras-keras. Terdengar bunyi kecipak pelan ketika Noor meletakkan tumit yang sudah halus tadi ke dalam bak cuci. Ia kemudian membasuhnya dengan air hangat yang telah dicampur garam dan lemon. Read the rest of this entry »


Dan saya masih berjalan…

An artwork of Yoshitomo Nara, my favorite artist.Kebodohan saya yang pertama adalah menunggu terlalu lama. Bayangkan apa jadinya jika saya lebih mula mengutarakan segalanya. Mungkin saya bisa meraih kesempatan itu selagi bisa, ketimbang melewatkannya begitu saja. Menunda waktu adalah suatu pemborosan yang sia-sia. Padahal hidup saya bisa berakhir kapan saja. Bayangkan, setipis apa garis yang memisahkan saya dari usia. Bagaimana jika saya tak pernah mendapatkan kesempatan kedua?

Kebodohan saya yang kedua adalah terlalu cepat mengira bahwa saya bisa melupakannya. Bahwa hanya karena ia tak kasat mata dan berjarak puluhan ribu kilometer jauhnya, maka hati saya bisa berpaling kepada yang lainnya. Bahwa ia bisa digantikan oleh siapa saja. Bahwa ia tak terlalu penting buat saya. Bahwa saya masih bisa jatuh cinta bukan dengan dia. Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 11,864 other followers