Gempur Lulus Ujian!

Ini kabar gembira buat kami semua, dan tentunya untuk kawan-kawan yang selama ini aktif membantu Coin A Chance! sebagai Coiners maupun Coin Droppers. Gempur–anak pertama yang menerima bantuan dari Coin A Chance!, akhirnya lulus ujian SD dengan NEM 25! Ibunya Gempur langsung menelepon, khusus untuk mengabarkan hal ini, tertawa-tawa senang bercampur haru.

Read More

Kompetisi Foto Bawah Laut

Pagi ini, saya teringat percakapan saya dengan Nila Tanzil. Perempuan berambut jigrak yang mencintai pantai dan gemar menyelam itu pernah berkisah kepada saya, di dalam taksi. Kisah ini berhubungan dengan ekspedisi penyelamannya dengan sebuah rombongan beberapa waktu lalu. Alkisah, di atas kapal di tengah laut, salah satu anggota rombongan penyelam menyantap pisang. Lantas dengan santainya,…

Read More

Sebuah Ketika.

Lebih dari segalanya, waktu. Hanya waktu. Dan kita memang sudah sejak dulu. Kamu tahu. Menikmati setiap jeda, setiap jenak, setiap lalu kala menunggu. Sebaris senyap dalam kata-kata yang tergugu. Tidak terburu. Tidak jemu-jemu meski yang kita lakukan tidaklah lebih hebat dari sekadar menunggui sebatang rokok bertransformasi menjadi abu. Kita mungkin terikat dalam erat yang terlalu….

Read More

The Wrist Band is Here! :)

Akhirnya, setelah dipesan beberapa minggu yang lalu (thanks to several Coiners for their donation), wrist band Coin A Chance! diantarkan! Uuh, masih dalam kardus yang dipaketkan, dalam lindungan plastik-plastik bening, fresh from the oven! ๐Ÿ™‚

Read More

The End of The Affair

Perselingkuhan itu merusak. Yang dirusak bukan cuma hati yang dikhianati atau hubungan percintaan di antara pihak-pihak yang terlibat secara langsung. Dan sesungguhnya, ini lebih jauh dari sekadar masalah sakit hati.

Read More

Blogger di Balik Jeruji Besi

Ini akan menjadi postingan yang relatif pendek, karena sudah ada begitu banyak orang yang bicara mengenai kasus tak menyenangkan yang menimpa Prita Mulyasari. Saya sendiri tak mengenal sosok Prita secara pribadi, namun sempat merasa miris (dan marah) mengetahui bahwa perempuan ini harus mendekam di balik jeruji besi hanya karena ia menuliskan komplain atas pelayanan sebuah…

Read More

Coffee-flavored Kisses.

Pagi hari menatah malam tadi dalam imaji yang tereduksi: hujan, 5 pitcher Heineken, lagu-lagu Mariah Carey, asap, kotak-kotak kosong Dunhill dan Marlboro Lights Menthol, antrian panjang di depan toilet yang cuma satu-satunya, pecahan gelas yang berantakan. [Selamat pagi…] Aroma yang kukenal baik. Kopi tubruk. Susu cair. Dan kamu. Do you realize that you have this…

Read More