:: bangkok’s minutes (4)

~ Sabtu, 14 Maret 2009. Wat Arun. You’re my temple, I’m the worshiper.~ Ada pagi yang merona dalam sepiring telur orak-arik dan segelas jus jeruk. Juga asam selai stroberi di atas roti gandum yang cuma dipanggang sebentar. Selamat pagi, D! Dan selamat pagi juga kepada kotak-kotak makanan Cina di dalam kulkas yang tersisa dari malam…

Read More

:: bangkok’s minutes (3)

~ Jumat, 13 Maret 2009. Menghabiskan malam di Bangkok.~ D, Terjepit di dalam taksi bersama serombongan teman, saya masih bisa memandangi Bangkok di waktu malam. Semua ini mengingatkan saya pada Jakarta di malam hari, dengan billboard yang menyala dalam gelap, menampilkan aksara Thai yang tidak saya mengerti (dan saya bertanya-tanya, langit macam apa yang tengah…

Read More

:: bangkok’s minutes (2)

~ Jumat, 13 Maret 2009. Tiba di Bangkok, sekitar pukul 8 malam.~ D, Bandara Suvarnabhumi membisikkan vokal Neil Tennant-nya Pet Shop Boys menyenandungkan Home and Dry dari album Release (2002): There’s a plane at JFK / to fly you back from far away / all those dark and frantic transatlantic miles / oh tonight, I…

Read More

:: bangkok’s minutes (1)

~ Jumat, 13 Maret 2009. Dalam pesawat Airbus A320 dari Air Asia, nomor penerbangan QZ7716 tujuan Bangkok. ~ D, I’m on the plane. Perjalanan dari Jakarta menuju Bangkok akan memakan waktu tempuh selama 3.5 jam. Jadi, sebanyak itulah waktu yang saya punya untuk merangkai serpihan-serpihan kenanganmu dari balik kelopak mata yang terpejam, ditemani lagu-lagu Boyce…

Read More

:: bangkok’s minutes (prelude)

prelude |ˈprelˌ(y)oōd; ˈprāˌl(y)oōd| noun 1 an action or event serving as an introduction to something more important : education cannot simply be a prelude to a career. 2 an introductory piece of music, most commonly an orchestral opening to an act of an opera, the first movement of a suite, or a piece preceding a…

Read More

:: back to where I belong

Kamu. Yang tidak pernah pergi. Yang selalu ada dan mengintip sekali-sekali dari sela-sela hati. Yang selalu berlari-lari kecil di pelupuk mataku pada sore hari yang berhujan atau pada malam hari yang dipenuhi bintang. Kamu. Yang membuatku hanya membutuhkan satu sendok kecil gula pasir dalam sebuah cangkir berisi seduhan dua sendok makan kopi hitam. Adalah manis…

Read More

:: breathe

Bukannya tanpa alasan jika saya paling menikmati hari terakhir AXIS Java Jazz 2009 pada hari Minggu, 8 Maret kemarin—bahkan lebih menikmatinya ketimbang special show Jason Mraz pada hari Jumat yang sudah ditunggu-tunggu itu. Pada hari penutupan perhelatan jazz terbesar di Indonesia (dan kabarnya di dunia ini), saya memang berkesempatan untuk menjelajah belasan panggung di Jakarta…

Read More

:: tribute to ‘the one who got away’

Beberapa waktu lalu, sahabat saya menuliskan pemikirannya tentang cinta—yang secara mengejutkan—indah, menurut saya. Sahabat saya itu menulis mengenai The One Who Got Away, seseorang yang terlepas begitu saja dari kehidupan Anda. Dan ini adalah bagian favorit saya: In life, you’ll make note of a lot of people. Ones with whom you shared something special, ones…

Read More