:: on happiness

Sabtu dini hari datang dengan secangkir kopi panas di tangan, lalu duduk di hadapan perempuan itu. “Hei, mari kita berbincang tentang kebahagiaan,” katanya. Perempuan itu terkejut. “Mengapa kebahagiaan?” tanyanya sambil menerima secangkir kopi yang disodorkan Sabtu dini hari kepadanya. “Entahlah,” Sabtu dini hari mengangkat bahu. “Hanya saja, belakangan ini kamu nampak tidak bahagia…” Perempuan itu…

Read More

:: catatan kecil dari the scholar

Beberapa menit yang lalu, saya baru saja usai menyaksikan tayangan The Scholar—kompetisi memperebutkan beasiswa S2 yang dikemas dalam bentuk reality show. Dalam episode yang baru saja saya saksikan, dua tim yakni Black Coffee dan Mars in Venus ditugaskan untuk mengonsep sebuah community newsletter. Saya tidak tahu persis brief lengkap yang diberikan, entah karena saya memang…

Read More

:: kesal dengan burung biru

“Gusti Allah Maha Adil,” demikian yang dikatakan jurnalis musik yang juga senang nge-blog ini ketika kami makan siang beberapa waktu yang lalu. Kata-katanya terngiang-ngiang di telinga saya malam ini. Akhirnya saya kesal juga pada layanan taksi burung biru itu. Padahal saya termasuk pelanggan setia, dan beberapa pengemudi sudah mengenal saya. Bahkan ada yang sudah 2-3…

Read More

:: kesan (dari malaysia)

Saya tidak akan membahas secara mendalam mengenai Pemilu di negara tetangga, Malaysia. Tetapi satu adegan kontras yang saya lihat di salah satu stasiun televisi minggu lalu, berkisah tentang kampanye menjelang Pemilu Malaysia, cukup meninggalkan kesan. Di satu adegan, saya melihat kampanye yang mengingatkan saya dengan kampanye kebanyakan partai di Indonesia (tanpa bermaksud menggeneralisasi): duduk-duduk di…

Read More

:: prioritas, mana yang sangat penting, yang cukup penting, yang kurang penting, dan yang tidak penting?

Ketika berkunjung ke blog Mas Iman sore ini, saya menemukan posting-an berjudul Bahasa yang Tersirat. Di sini, Mas Iman mencoba ‘menerjemahkan’ bahasa iklan dari perang tarif para operator selular (kebetulan yang disinggung di sini adalah XL). Ketika membaca postingan ini, saya otomatis teringat sebuah tulisan yang cantik di blog Precious Moments, perihal percakapan seorang anak…

Read More