:: cinta (1996 – 2007)

[why do people see this world merely in black and white,
while other colors are there to beautify life itself?]

Kamu adalah lelaki yang melihat segalanya hitam; dan aku adalah perempuan yang melihat segalanya putih. Seperti itulah adanya aku, dan kamu, yang—entah kenapa, selalu berada di dua ekstrim. Tetapi ternyata putih tak kuasa untuk tidak jatuh cinta pada hitam…

Hanya agar aku dan kamu bisa bersama, tidaklah adil bagiku untuk berubah hitam; sama tidak adilnya bagimu untuk berubah putih. Adilkah jika kita berdua menjadi abu-abu? Karena abu-abu hanya membutuhkan sedikit hitam pada putih, dan sedikit putih pada hitam.

Aku pernah berpikir bahwa beginilah cara cinta bekerja; dengan melewati serangkaian kompromi dari hari ke hari. Tetapi gambaran ini terasa tidak ideal bagiku. Bukankah cinta seharusnya membebaskan? Dan bukankah salah satu alasan yang membuatku tertarik padamu adalah karena kamu hitam, pekat, dan bukannya abu-abu?

Aku jatuh cinta padamu karena kita berbeda. Karena aku merasa bahwa kamu mampu menghadirkan sedikit kelam yang selama ini absen dari kehidupanku yang benderang. Atau, mungkin saja, layaknya magnet (ah, dan bukankah bumi merupakan sebuah magnet raksasa dengan dua kutub?), kita memang selalu tertarik pada mereka yang berbeda dengan kita. Karena perbedaan itu membuat segala sesuatu nampak lebih indah di antara keseragaman yang serupa.

Atau mungkin juga, karena perbedaan selalu membuat kita merasa kaya—hanya karena kita begitu terbiasa mendengar utopia Jerry Maguire mengenai dua beda yang saling melengkapi: “You complete me!”

Tetapi bagaimana jika perbedaan itu justru menghadirkan jarak yang terlalu jauh untuk ditempuh?

Kamu adalah percikan cat hitam di atas kanvas putihku yang tak bernoda. Tetapi ajaibnya, dengan komposisi tepat walau tak disengaja, percikan cat hitam itu membentuk sebuah pola yang indah meskipun abstrak. Meskipun hanya aku dan kamu yang bisa mengerti makna di balik percikan-percikan itu.

[your chaotic life is like a stain over my spotless canvas…]

Karena aku tanpa kamu, hanyalah sebuah kanvas putih yang menunggu untuk tersapu kuas. Sementara kamu, tanpa aku, hanyalah setetes cat hitam yang tersisa dari aksi vandalisme yang dilakukan secara diam-diam selepas tengah malam. Tetapi, berdua, kita—kanvas dan cat hitam ini; menjelma sebuah karya seni yang bernilai tinggi.

Karena kita memberikan makna untuk satu sama lain.

——————-

PS: Kupikir cinta adalah ketika hitam bisa tetap menjadi hitam, dan putih bisa tetap menjadi putih, dan hitam dan putih berpikir bahwa tak ada yang salah dengan tetap menjadi hitam dan tetap menjadi putih.

:: siluet

Siang itu, ada kamu dan dia di bangku depan, sementara saya menempelkan wajah saya di jendela yang dingin dan berkabut; di bangku belakang. Ketika hujan deras mengubah siang yang biasanya terang menjadi remang-remang.


Langit yang dingin.
Udara yang dingin.
Hati yang dingin.

Kemudian saya amati dedaunan kering dan sampah-sampah lengket yang meluap dari dalam saluran air yang tersumbat dan tumpah-ruah di sepanjang trotoar. Pepohonan rindang yang menaungi jalan raya dengan ranting-rantingnya yang berkilau seakan baru saja ditetesi embun.

Mobil-mobil dengan wiper yang berdetak-detik ke kiri dan ke kanan; menghapus jejak-jejak yang mengaburkan pandangan akan keadaan jalan di depan. Namun sedetik kemudian, satu guyuran hujan memburamkan lagi segalanya.

Dan begitu seterusnya. Seperti tawa dan air mata.

Kesedihan dan kebahagiaan yang saling tumpang-tindih, sehingga terkadang kita tak lagi dapat mengetahui perbedaan antara keduanya.

:: the photographs

Mungkin memang seperti inilah saya mengingat segalanya. Seperti apa yang saya inginkan. Versi yang tidak terlalu menyakitkan, sekaligus tidak terlalu menyedihkan.

Bukankah kita selalu berkompromi dengan ingatan? Menyingkirkan hal-hal yang tidak terlalu menyenangkan jauh di belakang dan memastikan kenangan-kenangan yang memulaskan senyuman bisa selalu berada di halaman terdepan?

Jadi, seperti inilah saya mengingat kita dalam sekotak foto-foto lama yang ingin saya singkirkan karena saya ingin melepaskan keterikatan: kita adalah seorang perempuan dan seorang lelaki yang tidak pernah berada dalam satu frame ketika difoto.

Ya, hanya itu. Karena masa depan tidak akan pernah ada tanpa masa lalu.

:: selamat atas ‘dunia impianmu’, kawan!

Sekitar dua tahun yang lalu, kita pernah berkumpul di warung ayam bakar tak jauh dari kantor, kemudian berbicara tentang cita-cita dan impian masing-masing. Seingat saya, waktu itu kamu berkata bahwa kamu ingin menjadi pilot. Impian masa kecil yang tak bisa jadi kenyataan karena penglihatanmu yang minus.

Tetapi saya tahu bahwa kamu memang sangat suka menggambar.

Dan seorang teman pernah mengatakan bahwa kamu bisa menggambar di komputer tanpa sketsa. Hasilnya berupa garis-garis halus dengan bayangan dan pencahayaan yang sempurna, juga ekspresi wajah yang begitu manusia.

Beberapa waktu lalu saya sempat mendengar bahwa kamu sudah menggambar cover untuk DC Comic’s JLA Classified (apapun artinya itu) dan menjadi penciller untuk komik Witchblade.

Saya memang tidak mengerti komik, anime, manga, atau apapun itu. Tetapi tanpa harus mengerti pun, saya tahu bahwa hal ini adalah sebuah pencapaian besar.

Karena itu, saya ingin mengucapkan selamat kepada seorang kawan; yang tak berhasil menjadi pilot, tetapi tetap bisa mewujudkan impian untuk ‘menerbangkan’ orang-orang ke ‘dunia impian’ dalam halaman-halaman bergambar.

Congratulations!

:: today

Perempuan itu masih terbaring di tempat tidur, ditemani secangkir kopi susu, sekotak tisu, dan sebotol minyak kayu putih. Sempat terlintas dalam benaknya apa yang terjadi dengan lelaki itu dan perempuan yang dicintainya [semoga semua baik-baik saja].

Lelaki itu masih jatuh cinta, tetapi memutuskan bahwa segala sesuatunya tidak bisa dibiarkan menggantung di udara–simply because he knows better than that. Jadi lelaki itu memberanikan diri untuk mendengar sebuah jawaban, meskipun menyakitkan.

Perempuan itu mendengarkan Billy Corgan-nya Smashing Pumpkins menyanyikan Today:

… Before I get out
I wanted more
Than life could ever grant me
Bored by the chore
Of saving face

Today is the greatest
Day I’ve ever known
Can’t wait for tomorrow
I might not have that long …

entah untuk yang keberapa kalinya hari itu; sementara lelaki itu memutar sebuah soundtrack film di dalam kepalanya–nada-nada yang kini terasa menjengkelkan karena kenangan manis yang direpresentasikannya telah ternoda oleh kenangan yang terlalu sedih untuk didengarkan sendirian.

Perempuan itu mengambil telepon genggamnya, hendak mendownload ringtone Safari Malam dari The Safari, mengetik SET spasi 2002089 dan mengirimkannya ke 808; kemudian melihat bahwa ada sebuah SMS yang dikirimkan lelaki itu 1.5 jam yang lalu.

Lelaki itu berkata bahwa semuanya sudah selesai. Perempuan itu tidak tersenyum. Lelaki itu pun tidak.

Tetapi hidup terus berjalan.