:: cinta (1996 – 2007)

[why do people see this world merely in black and white,while other colors are there to beautify life itself?] Kamu adalah lelaki yang melihat segalanya hitam; dan aku adalah perempuan yang melihat segalanya putih. Seperti itulah adanya aku, dan kamu, yang—entah kenapa, selalu berada di dua ekstrim. Tetapi ternyata putih tak kuasa untuk tidak jatuh…

Read More

:: siluet

Siang itu, ada kamu dan dia di bangku depan, sementara saya menempelkan wajah saya di jendela yang dingin dan berkabut; di bangku belakang. Ketika hujan deras mengubah siang yang biasanya terang menjadi remang-remang. Langit yang dingin.Udara yang dingin.Hati yang dingin. Kemudian saya amati dedaunan kering dan sampah-sampah lengket yang meluap dari dalam saluran air yang…

Read More

:: the photographs

Mungkin memang seperti inilah saya mengingat segalanya. Seperti apa yang saya inginkan. Versi yang tidak terlalu menyakitkan, sekaligus tidak terlalu menyedihkan. Bukankah kita selalu berkompromi dengan ingatan? Menyingkirkan hal-hal yang tidak terlalu menyenangkan jauh di belakang dan memastikan kenangan-kenangan yang memulaskan senyuman bisa selalu berada di halaman terdepan? Jadi, seperti inilah saya mengingat kita dalam…

Read More

:: selamat atas ‘dunia impianmu’, kawan!

Sekitar dua tahun yang lalu, kita pernah berkumpul di warung ayam bakar tak jauh dari kantor, kemudian berbicara tentang cita-cita dan impian masing-masing. Seingat saya, waktu itu kamu berkata bahwa kamu ingin menjadi pilot. Impian masa kecil yang tak bisa jadi kenyataan karena penglihatanmu yang minus. Tetapi saya tahu bahwa kamu memang sangat suka menggambar….

Read More

:: today

Perempuan itu masih terbaring di tempat tidur, ditemani secangkir kopi susu, sekotak tisu, dan sebotol minyak kayu putih. Sempat terlintas dalam benaknya apa yang terjadi dengan lelaki itu dan perempuan yang dicintainya [semoga semua baik-baik saja]. Lelaki itu masih jatuh cinta, tetapi memutuskan bahwa segala sesuatunya tidak bisa dibiarkan menggantung di udara–simply because he knows…

Read More

:: konser malam

Begitu keluar dari ‘pasar terowongan’ UKI, saya melihatnya. Itu dia! Bus MayaRaya hijau-putih menuju Bogor! “Langsung, langsung!” teriak si kondektur. Saya melompat naik dan mencari tempat duduk di sebelah depan, di antara dua orang Bapak berkacamata yang juga terlihat mengantuk, menyiapkan uang Rp. 6,000,- di ritsleting depan tas, kemudian bersiap-siap tidur. Sepuluh menit berlalu dalam…

Read More

:: terkapar

Saya selalu percaya bahwa tak ada penyakit yang tak bisa disembuhkan dengan beberapa butir Panadol, makanan enak, dan secangkir teh hangat. Apalagi jika ditambah segelas jus jeruk dan risoles isi mayonaise-keju-dan-daging asap yang diantarkan Mama ke kamar saya. Sejak pagi, di luar hujan, dan segalanya berwarna kelabu. Tadi pagi saya baru menyadari satu hal: ternyata…

Read More

:: senja dalam secangkir kopi

Lelaki dan perempuan itu berjalan menuju sebuah kedai kopi ketika hari menjelang senja. Si lelaki memesan segelas minuman hangat: campuran kopi, cokelat putih, dan sirup vanila; sedangkan si perempuan memesan iced latte dengan sirup karamel. Kemudian keduanya duduk berhadap-hadapan, menghabiskan senja. Lelaki itu pernah jatuh cinta, sedang jatuh cinta, dan merasa sedikit frustasi karena patah…

Read More